Wow…Rp100 Juta untuk Sekolah Favorit

oleh -149 views
Ilustrasi.

CIREBON-Isu liar berhembus seputar kekosongan jabatan kepala sekolah (kepsek) SD/SMP di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon. Tertundanya pengisian jabatan kepsek karena harus menunggu keputusan dari Bupati Cirebon.

Namun, keputusan tersebut tak kunjung ada karena kabar yang beredar ada dugaan oknum luar pemerintahan yang diduga “bermain” dalam mutasi jabatan kepsek.

Sumber Radar Cirebon yang enggan disebutkan namnya mengaku, sejumlah kepsek dihubungi oleh pihak luar pemerintahan untuk menyetor sejumlah uang dengan nilai yang ditentukan.

“Untuk jabatan kepsek SMP antara puluhan juta sampai ratusan juta. Sumber luar pemerintahan menjanjikan nantinya calon-calon kepsek akan ditempatkan di beberapa sekolah yang dianggap favorit,” bebernya kepada Radar Cirebon, beberapa waktu lalu.

Bahkan, dirinya juga diimingi jabatan kepsek tinggal menunggu keputusan bupati. Tapi keputusannya ada di pihak luar tersebut.

“Nanti tergantung nilai yang diserahkan, kalau mau sekolah favorit ya siap-siap 50 sampai 100 juta. Saya sempat bingung dan pusing juga darimana uang untuk tebus jabatan tersebut sementara jabatan kepsek hanya tinggal nunggu SK Bupati,” keluhnya yang mengaku sebelum dihubungi, semua prosedur resmi dari Dinas Pendidikan sudah dilaluinya.

Sementara, calon kepsek lainnya juga sama. Dia mengaku dihubungi setelah mengikuti diklat. “Awalnya SMS, terus dilakukan pertemuan hingga disebutnya kalau tidak ada setoran tersebut jangan berharap SK Bupati akan turun,” katanya.

Terpisah, Bupati Cirebon Drs H Imron MAg mengaku, belum melihat atau menerima berkas terkait pengisian jabatan kepsek tersebut dari Dinas Pendidikan. Menurut Imron, jika memang sudah lengkap berkasnya, maka ia tidak akan berlama-lama dan langsung menandatangani SK yang disodorkan oleh dinas pendidikan. “Saya belum lihat berkasnya, kalau sudah lihat otomatis saya akan tanda tangani langsung,” bebernya.

Imron pun meminta agar para calon kepala sekolah agar tidak mudah percaya dengan bujuk rayu orang luar yang menjanjikan bisa menuliskan posisi jabatan. Pemilihan untuk pengisian Kepsek tersebut murni berdasarkan dari hasil seleksi. “Tidak ada bayar-bayaran, jangan percaya, tidak dipungut bayaran untuk seleksi ini,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kabid SMP Disdik Kabupaten Cirebon, Drs H Amin mengatakan, jumlah calon kepala sekolah yang sudah lulus Diklat bulan Juli 2021 ada sekitar 23 calon kepala sekolah.

“Kalau yang kosong ada 15 sekolah, yang sudah lulus Diklat ada 23 calon. Tentu tidak semuanya masuk, nanti penentuan terakhirnya ada di tangan Bupati Cirebon,” ujarnya.

Diterangkan Amin, saat ini sekolah yang kepala sekolahnya kosong diisi oleh pelaksana tugas. Lama pengisian jabatan sekolah yang kosong beragam. “Ada yang sudah setahun setengah lebih, ada yang sudah setahun dan ada yang baru sebulan,” ungkap Amin.

Menurut Amin, posisi kepala sekolah yang dijabat pelaksana tugas tidak menggangu operasional kegiatan di sekolah karena tugas kepala sekolah dijalankan dengan baik oleh pelaksana tugas.

“Tahapan yang ada di dinas sudah selesai, sekarang keputusannya menunggu bupati. Kalau kapan waktu pengisiannya ya tergantung bupati, kita menunggu waktu dan keputusan dari bupati,” imbuhnya.

Dijelaskan Amin, untuk pengisian posisi kepala sekolah ada beberapa pertimbangan, diantaranya 70 persen dari senioritas dan 30 persen dari prestasi. Menurutnya, pengisian jabatan Kepsek tersebut terbatas dengan umur sehingga prioritas pengisiannya melihat umur.

“Kan kalau sudah lewat 56 tidak bisa dilantik, kalau untuk SMP aman, kalau SD tidak tahu, jadi kita prioritasnya yang senior-senior dulu, selain itu juga kita melihat prestasinya,” bebernya. (dri)

BACA JUGA: