Burung Berjatuhan dan Mati Mendadak di Balaikota Cirebon, Ada Pendarahan di Kepala karena Jatuh dari Pohon

oleh -2.396 views
burung-mati-mendadak
Foto dokumen saat ratusan burung berjatuhan dan mati mendadak di Balaikota Cirebon.

CIREBON – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKP3) Provinsi Jabar telah merilis hasil laboratorium dan PCR fenomena burung mati mendadak di Kota Cirebon. Telah didapat kesimpulan sementara penyebab unggas tersebut berjatuhan.

Pada burung yang mati, diketahui terjadi pendarahan pada kepala. Diduga akibat benturan saat jatuh dari pohon.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan menggunakan alat uji rapid test, unggas tersebut negatif avian influenza (flu burung) maupun New Castle Disease (ND).

Kemudian dari hasil pengujian laboratorium Veteriner Subang, hasil uji PCR juga menunjukkan hasil negatif untuk infeksi flu burung dan ND.

Sementara hasil uji patologi menunjukkan adanya pendarahan pada kepala. Yang kemungkinan disebabkan akibat jatuh dari pohon.

Sedangkan organ bagian dalam lainnya, tidak menunjukkan perubahan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon, Ir Hj Yati Rochayati menambahkan, saat ini tinggal menuinggu hasil pemeriksaan bakteriologi. “Masih diperiksa,” kata Yati, kepada radarcirebon.com, Kamis (16/9/2021).

Yati mengungkapkan, berdasarkan laporan yang dia terima dari Bidang Kesehatan Hewan Dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DKPP Jabar, kesimpulan sementara kematian unggas bukan disebabkan virus AI maupun ND.

Kemungkinan penyebab kematian massal burung pipit akibat fenomena alam ekstrim yang diterima burung pipit.

“Kesimpulan masih bersifat sementara, dikarenakan hasil pengujian bakteriologis, belum kami terima dari Balai Veteriner Subang,” tuturnya.

Seperti diketahui, fenomena burung mati mendadak dalam jumlah sangat banyak pertama kalinya terjadi di Kota Cirebon.

Kejadian ini cukup menghebohkan, lantaran lokasinya berada di pusat pemerintahan Kota Cirebon. Fenomena serupa juga terjadi di Gianyar, Bali. (rdh)

Baca juga: