Di Jawa Barat Telah Berdiri Pabrik Baterai Listrik Terbesar se-Asia Tenggara, Ini Lokasinya

oleh -324 views
Presiden Joko Widodo Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Investasi/ Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat peletakan batu pertama pabrik baterai listrik HKML Battery Indonesia di Proyek Karawang New Industrial City, Kabupaten Karawang, Rabu (15/9). (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Investasi/ Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat peletakan batu pertama pabrik baterai listrik HKML Battery Indonesia di Proyek Karawang New Industrial City, Kabupaten Karawang, Rabu (15/9). (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

KARAWANG – Indonesia bakal mempunyai pabrik baterai listrik HKML Battery Indonesia. Pabrik ini dibangun pada kawasan Karawang New Industrial City, Kabupaten Karawang.

Dalam kegiatan peletakan batu pertama, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa pabrik baterai untuk kendaraan listrik ini merupakan yang pertama di Indonesia dan Asia Tenggara, dengan nilai investasi mencapai USD1,1 miliar atau setara Rp15 triliun (mengacu kurs Rp14.240 per USD).

“Kita patut bersyukur, hari ini bisa menyaksikan groundbreaking pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia. Bahkan pertama di Asia Tenggara dengan nilai investasi USD1,1 miliar,” kata Jokowi, Rabu (15/9).

Menurut Presiden, pembangunan pabrik ini bukti keseriusan pemerintah untuk hilirisasi industri, mengingat era kejayaan komoditas barang mentah seperti nikel sudah tidak sementereng dahulu.

“Kita harus berani mengubah struktur ekonomi yang selama ini berbasis komoditas, untuk masuk ke hilirisasi. Masuk ke industrialisasi menjadi negara industri yang kuat dengan berbasis pada pengembangan inovasi teknologi,” tuturnya.

HKML Battery mengubah nikel mentah menjadi barang jadi dengan nilai tambah berlipat.  Perlu dicatat Indonesia merupakan salah satu negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia.

“Hilirisasi industri nikel akan meningkatkan nilai tambah biji nikel secara signifikan. Jika diolah menjadi cell baterai nilainya bisa meningkat enam sampai tujuh kali lipat. Jika jadi mobil listrik, akan meningkat lebih besar lagi nilai tambahnya yaitu 11 kali lipat,” terang Jokowi.

Presiden juga menyebutkan, dengan hilirisasi industri lewat pengembangan industri baterai, bisa meningkatkan investasi karena akan ada banyak industri turunan, seperti perusahaan motor listrik hingga mobil listrik.

“Selain itu, pengembangan industri baterai akan meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai negara tujuan investasi dari industri turunan yang menggunakan baterai seperti investasi motor listrik, bus listrik dan industri mobil listrik,” ungkapnya.

Sementara, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia yang turut hadir dalam kesempatan itu mengatakan, HKML Battery merupakan realisasi instruksi  Presiden Joko Widodo agar Indonesia bisa memproduksi mobil listrik sendiri. Dirinya optimistis  Indonesia mampu memproduksi mobil listrik secara mandiri.

“2022 bulan Mei paling lambat Insya Allah sudah produksi. Jadi mobilnya sudah paten, ini istilah Pak Menko (Luhut) itu patenkan barang itu. Tapi Insya Allah kita produksi,” katanya.

Ditempat yang sama, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjelaskan, nilai investasi pabrik baterai listrik sebesar Rp15 triliun ini akan dibelanjakan dalam kurun waktu dua tahun. Pabrik baterai listrik ini akan menjadi yang tercanggih di Asia Tenggara.

Pembangunan pabrik HKML Battery juga menandakan kepercayaan investor kepada Jawa Barat masih tinggi meski pandemi Covid-19 masih membayangi.

“Suatu hari mobil warga Jawa Barat mobil listrik semua. Mobil enggak pakai bensin, pabriknya adanya di Jawa Barat dan menandakan investor percaya diri. Covid-19 juga sudah turun,” jelas pria yang kerap disapa Kang Emil

Pabrik baterai kendaraan listrik akan berdampak pada perekonomian lokal karena membuka banyak lapangan pekerjaan. “Untuk regional puluhan ribu lapangan pekerjaan akan hadir,” harapnya. (jun)

Baca juga: