Sejarah Baru Tercatat, SpaceX Bawa Warga Sipil Pertama Melintasi Orbit Bumi

oleh -23 views

WARGA sipil pertama telah terbang dengan pesawat ruang angkasa untuk melintasi orbit Bumi. Dilansir berita RMOLJabar, Kamis (16/9), perjalan ruang angkasa empat orang yang beruntung itu menggunakan Kapsul Dragon dengan roket SpaceX Falcon 9 dari Kennedy Space Center di Florida.

Misi Ruang angkasa ini merupakan terobosan luar biasa dalam bidang perjalanan ruang angkasa komersial. Sejarah baru ini tak lepas dari peran seorang pengusa kaya raya Amerika Serikat Jared Isaacman. Meski tak disebutkan nilainya, Isaacman membayar ongkos penerbangan ini kepada SpaceX termasuk untuk ketiga orang lain yang terbang bersamanya.

Rencannya Kapsul Dragon akan menempuh perjalanan selama tiga hari. Kapsul tersebut akan melintasi orbit bumi setiap 90 menit sekali dengan kecepatan lebih dari 17.000 mph dan ketinggian 360 mil, lebih tinggi dari Stasiun Luar Angkasa Internasional dan Teleskop Luar Angkasa Hubble yang kini gentayangan di lruang angkasa.

Bukan tanpa alasan Isaacman menjalani misi yang diberi nama Inspiration4 ini. Isaacman, menjadikan misi luar angkasa ini untuk meningkatkan kesadaran dan dukungan kepada Rumah Sakit Penelitian Anak St. Jude, pusat kanker pediatrik terkemuka di Memphis, Tennessee. 

Isaacman sendiri telah menjanjikan sumbangan sebesar $ 100 juta (£ 72 juta) dari kantong pribadinya.

Salah satu penumpang Kapsul Dragon, Hayley Arceneaux, didiagnosis menderita kanker tulang saat berusia 10 tahun. Sekarang ia berusia 29 tahun dan mengabdi jadi asisten dokter di rumah sakit kanker it.

Arceneaux jadi orang Amerika termuda yang pernah terbang ke luar angkasa dan yang pertama dengan prostesis.

Meskipun pesawat dikendalikan dari bumi, namun didalam kapsul ada juga seorang yang siap menjadi pilotnya. Dia adalah Sian Proctor, warga sipil yang pernah menjadi kandidat astronot NASA.

“Ada tiga astronot wanita kulit hitam yang berhasil mencapai luar angkasa dan mengetahui bahwa saya akan menjadi yang keempat berarti saya memiliki kesempatan ini untuk tidak hanya mencapai impian saya, tetapi juga menginspirasi, dan menginspirasi generasi wanita dan wanita berikutnya. gadis kulit berwarna,” katanya.

Sayangnya, pendiri SpaceX, Elon Musk, tidak ikut serta dalam misi tersebut. Tetap saja, misi ini dinilai sebagai perkembangan luar biasa dalam upaya Musk menjelajah luar angkasa.

“Jika kita akan pergi ke bulan lagi dan kita akan pergi ke Mars dan seterusnya, kita harus keluar sedikit dari zona nyaman kita dan mengambil langkah selanjutnya ke arah itu,” kata Isaacman.

Saingan Musk dalam bisnis pariwisata penerbangan ke ruang angkasa, Richard Branson dan Jeff Bezos saat ini segera menyusul dengan pesawat yang ia biayai sendiri.

Bagi para ahli, misi Kapsul Dragon dengan SpaceX menjadi yang terdepan dalam bisnis perjalanan ruang angkasa komersial.(*)