Tanggapi Pernyataan Krisdayanti, Sekjen PAN Serukan Gerakan Ini

oleh -43 views
Sekjen PAN Eddy Soeparno. (dok jpnn.com)
Sekjen PAN Eddy Soeparno. (dok jpnn.com)

JAKARTA – Krisdayanti saat ini tengah menjadi buah bibir. Bukan karena dia telah mengeluarkan single baru. Tapi, lantaran, penyanyi yang saat ini menjadi anggota DPR-RI dari PDI Perjuangan membongkar gaji dan tunjangan anggota DPR-RI saat berbincang dengan Akbar Faizal di channel YouTube Akbar Faizal Uncensored.

Pro dan kontra akhirnya menyeruak ke publik. Bahkan, sang Diva pun dipanggil DPP PDI Perjuangan untuk menjelaskan pernyataannya tersebut.

Kendati demikian, pernyataannya tersebut mengundang reaksi positif. Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno langsung mengajak rekan-rekannya yang duduk di kursi DPR-RI agar gajinya disumbangkan untuk membantu mengatasi pandemi Covid-19.

Dikutip dari JawaPos.com, Eddy mengaku sudah mulai menyumbangkan untuk korban pandemi Covid-19 sejak Juli 2021.

“Dengan segala kerendahan saya mengajak rekan-rekan DPR, ayo dimasa pandemi ini kita berempati dengan menyumbangkan gaji untuk mereka yang jadi korban dan terdampak pandemi,” ujar Eddy, Sabtu (18/9).

Pria yang menjabat Wakil Ketua Komisi VII DPR RI ini yakin, jika sumbangan gaji anggota dewan jadi gerakan kolektif. Akan sangat bermanfaat untuk membantu ekonomi rakyat yang terdampak pandemi Covid-19.

“Tentu kepercayaan rakyat juga akan pulih kepada DPR dengan gotong-royong bersama melewati masa-masa sulit akibat Pandemi,” ungkapnya.

Sebelumnya, saat berbincang dengan Akbar Faizal, Krisdayanti mengatakan bahwa dirinya mendapat gaji dan tunjangan setiap bulan semenjak duduk sebagai wakil rakyat.

“Setiap tanggal 1 Rp 16juta dan tanggal 5 Rp 59juta kalo ga salah,” katanya yang dikutip dari channel YouTube Akbar Faizal Uncensored, dengan durasi video 52 menit 39 detik berjudul NEKAT! KRISDAYANTI BERANI BICARA POLITIK DI SINI AF ACENSORED.

Kemudian, lanjut dia, setiap anggota DPR-RI termasuk dirinya mendapatkan dana aspirasi setiap kali reses sebesar Rp 450juta yang dilakukan lima kali dalam satu tahun. “Karena ini uang negara, kita wajib untuk menyerap aspirasi di 20 titik setiap kali reses,” lanjutnya.

Selain itu, juga ada dana kunjungan daerah pemilihan (kundapil) sebesar Rp 140juta yang dilakukan delapan kali dalam setahun.

“Ini harus dikucurkan seperti air, kehadiran kita sebagai anggota DPR-RI sangat dibutuhkan setiap saat, bukan hanya saat-saat seperti ini saja. Ya anggarannya ada, kehadiran kita harus ada dimasyarakat,” bebernya. (*)

Baca juga: