Vaksinasi Merdeka Dibuka Presiden Jokowi, Walikota Cirebon Singgung Kekurangan Vaksin

oleh -151 views
vaksinasi-merdeka-kota-cirebon
Launching program vaksinasi merdeka di Kampus 1 UGJ, Kota Cirebon. Foto: Dedi Haryadi/radarcirebon.com

CIREBON – Pemerintah meluncurkan program Vaksinasi Merdeka. Di Kota Cirebon, program ini dijalankan di UGJ, Rabu (22/9/2021).

Dalam sambutannya yang disampaikan secara virtual, presiden mengatakan, terdapat 253 ribu vaksin mempercepat proses vaksinasi melalui program ini.

Presiden mengingatkan, saat ini hanya ada dua hal yang perlu menjadi penekanan.

Pertama, vaksinasi yang dipercepat. Kedua, protokol kesehatan yang diperkuat.

“Di saat kondisi covid turun, ini adalah kesempatan untuk terus menekan agar kasus penyebaran covid bisa dikendalikan,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Walikota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH menyampaikan, proses penyuntikan vaksin dosis 1 untuk warga Kota Cirebon sudah 69 persen.

Kendati demikian, kecepatan vaksinasi ini, juga perlu diimbangi daerah sekitarnya. Sebab, kekebalan komunitas harus terbentuk bersamaan.

“Ini yang menjadi permasalahan bagi Kota Cirebon yang didatangi warga dari sekitar dan daerah lain,” tuturnya.

Percepatan vaksinasi di Kota Cirebon, kata dia, cukup menggembirakan. Bahkan kekurangan vaksin.

“Perlu dipercepat turunnya vaksin dari pusat ke Kota Cirebon,” katanya.

Di bulan November, walikota menargetkan, vaksinasi terhadap 70 persen warga sudah selesai.

Seperti diketahui, Vaksinasi Merdeka serentak dilaksanakan seluruh Indonesia. Di Kota Cirebon dilaksanakan di UGJ dan target vaksin 3.500.

Program ini, hasil kerja sama dengan TNI, Polri, Pemkot, OKP dan BEM. Kapolres Cirebon Kota, AKPB Fahri Siregar mengungkapkan, pelaksanaan vaksinasi mulai dari pendaftaran hingga penyuntikan sudah berjalan dengan baik dan tidak ada kerumunan.

Dia pun mengapresiasi kerja sama berbagai pihak dalam menyukseskan program ini.

Sementara itu, Wakil Rektor III UGJ, Komarudin mengapresiasi kegiatan ini.

Kegiatan vaksinasi di UGJ sudah berjalan pada tahap ketiga. Tahap pertama dan kedua sudah berjalan sejumlah 6 ribu.

“Target 1 dan 2 untuk mahasiswa. Mahasiswa UGJ sendiri ada 13 ribu,” katanya.

Sementara pada vaksinasi kali ini, juga bisa diikuti masyarakat umum. (rdh)

Baca juga: