Pendarahan Otak Tukul Arwana Dikaitkan dengan Vaksin, Gara-gara Postingan di IG

oleh -368 views
tukul-pendarahan-otak-setelah-vaksin
Tukul Arwana saat menjalani vaksinasi. Foto: Instagram

JAKARTA – Pendarahan otak yang dialami presenter dan pelawak Tukul Arwana dikaitkan dengan efek samping setelah vaksin covid 19. Diketahui, dia baru saja divaksin.

Netizen mengakitkan vaksin dan pendarahan otak Tukul Arwana, karena sebelum diberitakan mengalami sakit, sang pelawak tersebut sempat menjalani vaksinasi covid-19.

Dalam unggahan di Instagram miliknya, nampak Tukul divaksin sekitar 5 hari yang lau. Atau 19 September 2021.

Dia nampak duduk menggunakan baju hitam dengan tulisan antren 063. Nampak vaksinator berbaju kuning yang menyuntik. Sementara di meja terdapat tulisan Pfizer.

Dalam unggahan berikutnya, nampak ia menunjukkan kartu vaksin sembari berfoto di depan back drop bertuluskan “Saya Sudah Divaksin”.

“Baru pertama mba, karena sibuk mba. Kemarin-kemarin kan shooting. Jadi kita sempetnya, alhamdulillah dipertemukan di sini,” tuturnya.

“Alhamdulillah lancar, semua baik-baik saja. Untuk masyarakat Indonesia yang belum divaksin, ayo kita vaksin. Vaksin itu enak bukan main. Mudah, enjoy. Jadi kita nyaman,” ungkapnya.

Penjelasan Kombas KIPI

Sementara itu, Ketua Komnas KIPI, Prof Dr dr Hinky Hindra Irawan Satari SpA (K) mengatakan, sangat mungkin yang terjadi pada Tukul bukan kejadian pasca vaksinasi atau efek samping.

Terutama apabila melihat kejadian 3 hari setelah vaksin dan ada riwayat hipertensi, kolesterol, kelebihan berat badan dan faktor predisposisi lainnya.

“Sangat mungkin tidak ada keterkaitan dengan KIPI. Investigasi saya yakin sedang dilakukan Komda DKI, kita tunggu ya,” kata Hinky, seperti dilansir Detikhealth, Jumat (24/9/2021).

Dikutip dari laman Perhimpunan Dokter Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), KIPI diklasifikasikan serius jika menimbulkan kematian, kebutuhan untuk rawat inap, dan gejala sisa yang menetap serta mengancam jiwa.

Reaksi ini cukup jarang terjadi dan meliputi kejang, trombositopenia, episode hipotonik hiporesponsif, dan anafilaksis. (yud)

Baca juga: