Siapkan Pengampu, PDIP Targetkan 14 Kursi di Pileg 2024

oleh -43 views
PDI Perjuangan

CIREBON – DPC PDIP mulai pasang target. Minimalnya dapat 14 kursi di pemilihan legislatif (pileg) di 2024 mendatang. Target itu tidak terlalu muluk. Sebab, perolehan kursi tersebut pernah didapat di tahun 2009 lalu.

Ketua DPC PDIP Kabupaten Cirebon Drs Imron MAg mengatakan, pileg 2024 memang masih lama. Namun, PDIP sudah mulai ancang-ancang. Pasang target di pemilu mendatang. Agar bisa merebut kembali pucuk pimpinan DPRD.

“Berbagai persiapan sudah mulai dilakukan  sejak dini. Kita ingin ada kenaikan. 14 kursi di Pileg 2024 mendatang. Ini cukup realistis. Karena potensi PDIP besar,” ujar Imron, kemarin. 

Ia mengaku, pada Pileg 2019 kursi PDIP di DPRD Kabupaten Cirebon turun lantaran, potensi besar yang dimiliki PDIP tidak digali dengan baik. Karena itu, pihaknya sedang berupaya menggali potensi itu sejak sekarang.

“Kita akan gerakkan pengampu di tubuh partai. Pengampu ini terbilang baru di parpol. Hanya ada di PDIP. Ini hasil evaluasi. Melihat banyaknya potensi. Makanya digali sejak sekarang. Biar menghasilkan,” terangnya.

Sementara itu, Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon Rudiana SE menjelaskan, belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya. Seperti Pilkada DKI Jakarta, DPP membuat kebijakan menerjunkan pengampu dari berbagai wilayah di Indonesia untuk membackup wilayah tersebut.

“Pengalaman Pilkada di Indramayu. Semua diterjunkan. Wilayah-wilayah tetangga semua dilibatkan. Membantu. Nah, ini sama saja. Tugas pengampu pertama, memastikan kepengurusan dari tingkat Anak Ranting, Ranting dan PAC benar-benar ada,” tukasnya.

“Nanti, sampai akhir tahun ini, akan ada pengkaderan. Setelah terbentuk kepengurusan dari mulai tingkat ranting.  Nantinya ada pembelajaran untuk memetakan wilayah. Itu perdapil. Tugas itu untuk pengampu melaksanakan TOT di tiap dapilnya,” katanya.

Ke depan, tambah Rudiana, manakala pengampu bisa bekerja terus sampai 2024, dan mereka berkeinginan untuk menjadi caleg, maka bisa diprioritaskan. “Karena mereka sudah bekerja untuk partai. Jadi, tidak ada kader-kader karbitan yang muncul pada saat pencalegan di 2024,” pungkasnya (sam)