Begini Reaksi Staf Khusus Presiden Soal Vaksinasi Disabilitas di Jabar Tembus 101 Persen

oleh -8 views
Gebyar vaksinasi bagi penyandang Disabilitas Jawa Barat di SLB Negeri Cicendo, Kota Bandung, Sabtu (25/9). (Foto: Biro Adpim Jabar)
Gebyar vaksinasi bagi penyandang Disabilitas Jawa Barat di SLB Negeri Cicendo, Kota Bandung, Sabtu (25/9). (Foto: Biro Adpim Jabar)

BANDUNG – Vaksinasi untuk disabilitas di Jawa Barat sudah melebihi target. Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat mencatat per 23 September 2021 capaian vaksinasi dosis pertama 61.438 dosis atau sekitar 101,01 persen.

Sementara, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat (Pemdaprov Jabar) menargetkan 60.824 penyandang disabilitas divaksin dua kali dosis. Stok vaksin yang disediakan sebanyak 121.288 dosis.

Melihat data tersebut, Staf Khusus Presiden Republik Indonesia, Angkie Yudistia menyambut baik capaian vaksinasi khusus disabilitas di Jawa Barat.

Secara keseluruhan vaksin yang disiapkan untuk penyandang disabilitas di Indonesia adalah 450.000 dosis yang merupakan jenis Sinopharm.

“Vaksin hibah jenis Sinopharm diberikan kepada penyandang disabilitas sebanyak 450.000 dosis. Hibah jenis sinopharm ini dari raja Uni Emirat Arab (UEA). Jadi tanggung jawabnya cukup luar biasa banget,” kata Angkie.

Jawa Barat, lanjut dia, mendapatkan alokasi vaksin disabilitasnya sebanyak target sasaran 60.824 atau 121.648 dosis.

Untuk dosis satu ini melebihi target sebanyak 101 persen. Untuk Kota Bandung mendapatkan alokasi 13.755 dan sudah 100 persen realisasinya untuk dosis pertama. “Ini semua karena gotong royong,” lanjut Angkie.

Menurutnya, vaksinasi untuk penyandang disabilitas menjadi tantangan yang sangat luar biasa. Angkie bahkan mengungkapkan, sempat kehilangan harapan penyandang disabilitas dapat mencapai kekebalan komunal.

“Jujur vaksinasi ini tantangan yang sangat luar biasa khususnya untuk penyandang disabilitas. Penyandang disabilitas memiliki kerentanan yang sangat luar biasa dengan ragam disabilitas yang sangat beragam,” tuturnya.

Dia mengungkapkan, akses yang dimiliki sangat terbatas dan juga banyak misinformasi tentang vaksin yang sangat banyak.

“Banyak teman-teman disabilitas yang tidak terlalu banyak informasi untuk divaksin, bingung gimana divaksin,” ungkapnya.

Hingga akhirnya gebyar vaksinasi dilaksanakan serentak di 20 kabupaten/kota. “Di luar dugaan Jawa Barat ini melebihi target. Saya mengucapkan terima kasih,” pungkasnya.

Sementara, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil melaporkan secara keseluruhan, capaian vaksinasi Jawa Barat per tanggal 24 September 2021 mencapai 21.658.726 dosis vaksin yang sudah disuntikkan. Kecepatan rata-rata harian vaksinasi juga kini menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan 311.011 dosis per hari.

“Saya laporkan tugas sudah dilaksanakan dengan baik. Kita sudah melebihi target, izinkan kami subsidi silang yang kurang di sini kita ambil dari mana yang penting semua mendapatkan vaksinasi dengan lengkap,” katanya.

Dihadapan Staf Khusus Presiden, Ridwan Kamil berharap, Pemerintah Pusat bisa mengirim ke Jawa Barat 15 juta dosis vaksin setiap bulannya. Sehingga, target 37,9 juta warga Jawa Barat divaksin akhir di Desember 2021 bisa tercapai.

“Pemerintah Pusat tolong agar Jawa Barat dikasih 15 juta dosis per bulan. Harusnya di sisa waktu Oktober, November, Desember tugas bisa selesai asal jangan macet,” tandasnya. (jun)

Baca juga: