Taliban Dianggap Lakukan Kejahatan Perang, Pembunuhan Pada 13 Orang Termasuk Perempuan

oleh -31 views
taliban-f
Ilustrasi foto tentara Taliban.

HASIL investigasi Amnesty Internasional menyebut Taliban telah membunuh 13 orang etnis Hazaras di Afghanistan, termasuk sembilan mantan tentara yang menyerahkan diri dan satu remaja putri berusia 17 tahun. Pembunuhan tersebut terjadi di Distrik Khidir, Provinsi Daykundi, pada 30 Agustus lalu.

“Taliban melakukan pembunuhan di luar hukum terhadap sembilan mantan pasukan pertahanan setelah mereka menyerahkan diri, pembunuhan yang diduga merupakan kejahatan perang,” tulis Amnesty dalam laporannya.

“Dua warga sipil juga tewas ketika mereka berupaya kabur dari area tersebut, termasuk perempuan 17 tahun, saat Taliban melepaskan tembakan ke arah kerumunan warga,” imbuhnya, dilansir berita Politik RMOLjabar.

Amnesty International mengaku sudah memverifikasi bukti foto dan video dari kejadian tersebut. Menurut mereka, bukti visual memang direkam saat kejadian dan sesuai dengan waktu peristiwa terjadi.

“Eksekusi berdarah dingin ini merupakan bukti bahwa Taliban melakukan penganiayaan parah yang biasa mereka lakukan saat memerintah Afghanistan dulu. Mereka berulang kali melanggar HAM yang dianggap sebagai musuh, bahkan membunuh orang yang sudah menyerah,” tulis Amnesty.

“Taliban mengatakan mereka tak akan menargetkan mantan karyawan dari pemerintahan sebelumnya. Namun, pembunuhan ini bertolak belakang dengan klaim itu,” ujar Amnesty(*)