Menperin Akui Optimis Sektor Industri Tahun Ini Diprediksi Tumbuh 5,5 Persen

oleh -18 views
Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang mendengarkan pertanyaan dari anggota dewan saat Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/12/2019). FIN

MENTERI Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengaku optimistis sektor industri tahun ini dapat tumbuh di angka 5-5,5 persen, asalkan gelombang besar lanjutan kasus covid-19 tak kembali terjadi di Tanah Air. “Untuk tahun ini (2021) targetnya (pertumbuhan industri) sebesar 4,5-5 persen, sedangkan tahun depan 5-5,5 persen,” kata Menperin, dalam keterangannya, Kamis (7/10).

Oleh karena itu, kata Agus, berbagai program dan kebijakan strategis yang mendukung laju kinerja sektor industri terus digulirkan guna menciptakan iklim usaha yang kondusif.

“Pada triwulan II-2021, sektor industri manufaktur berhasil mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 6,91 persen, meskipun di tengah pandemi-covid-19,” ujarnya.

Agus menegaskan, bahwa pihaknya tetap fokus menjalankan program dan kebijakan unggulan yang dapat menopang performa sektor industri. Misalnya, pelaksanaan program substitusi impor 35 persen pada 2022.

Menurutnya, upaya strategis ini untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk impor sekaligus mendorong penguatan struktur industri manufaktur di dalam negeri. Kebijakan tersebut akan didukung dengan optimalisasi program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).

“Strategi ini ditempuh guna merangsang pertumbuhan investasi di sektor industri substitusi impor dan peningkatan utilitas industri domestik,” tuturnya.

Agus menyampaikan berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, awalnya terdapat lima sektor yang menjadi prioritas pengembangan dalam kesiapan memasuki era industri 4.0. Namun, di tengah pandemi covid-19, Kemenperin menambahkan dua sektor lagi untuk menopang perekonomian nasional.

Tujuh sektor potensial itu adalah Industri makanan dan minuman, Tekstil dan pakaian, Otomotif, Elektronik, Kimia, Alat kesehatan, Farmasi.

“Kami terus memantau dan mengevaluasi capaian substitusi impor ini, karena semua sektor sudah diberikan targetnya masing-masing. Apabila, program ini bisa tercapai sesuai target secara kuantitatif, kami optimis target pertumbuhan industri sebesar 5-5,5 persen pada tahun depan bisa terwujud,” pungkasnya. (fin)