BERAPA kali Bu Risma marah di depan kamera? Tentu lebih banyak lagi kalau yang tidak terekam ikut dihitung. Semakin bertambah-tambah pula kalau masa sebelum menjadi Menteri Sosial dimasukkan.

Orang Surabaya sudah menganggap normalnya Bu Risma ya seperti itu. Orang Surabaya tidak mencelanyi. Tidak pula menganggapnya aneh. Prestasi Risma yang tinggi telah mengalahkan gaya kasarnyi. Dia sampai dua kali menjabat Wali Kota Surabaya.

Bu Risma adalah orang yang punya kemauan -besar dan keras. Dan dia bekerja habis-habisan untuk mewujudkan kemauannya itu.

Carilah Risma di saat hujan deras: dia hampir pasti bisa ditemukan di lokasi pompa-pompa penyedot genangan. Dia temukan genset yang ngadat. Pipa yang buntu. Listrik yang tidak nyambung.

Dia pakai jas hujan. Tapi tetap saja basah kuyub. Dia ikut bekerja. Bukan hanya memeriksa. Itu dia lakukan tanpa terlihat untuk pencitraan. Dia benar-benar ingin banjir teratasi. Dia bukan ingin foto basah kuyubnya beredar di media keesokan harinya.

Risma -Ir Tri Rismaharinimemang orang yang tahu detail. Memperhatikan detail. Mengontrol detail. Menyelesaikan detail.

Sebagai arsitek dia terbiasa dengan perencanaan dan pekerjaan detail. Dia juga selalu mencari jalan termurah untuk proyek dengan mutu yang diinginkan. Arsitek dididik dan dibiasakan berpikir begitu.

Angka-angka orang miskin pasti dia perhatikan sampai detail. Apalagi setelah dia menjadi menteri sosial. Dia tahu cara memanfaatkan kemampuan komputer. Dia pasti marah kalau ada detail yang salah.

Jangankan angka-angka kemiskinan yang begitu penting. Penari yang akan tampil di panggung Pemkot Surabaya pun dia kontrol sampai ke pakaian tarinya.

Berita berlanjut di halaman berikutnya…

Baca juga:

Laman: 1 2