Jabar Berpeluang Juara Umum PON Papua, Berikut Catatan Sejarah dan Rekornya

oleh -68 views
Atlet cabor angkat berat asal Jawa Barat, Susi Susanti berhasil meraih medali emas PON XX Papua 2021 sekaligus melampaui rekor Asia dan Rakornas untuk jenis angkatan deadlif yang sebelumnya dipegang oleh Chou Yu Ji dari Cina TPE . (Foto: PB PON XX Papua)
Atlet cabor angkat berat asal Jawa Barat, Susi Susanti berhasil meraih medali emas PON XX Papua 2021 sekaligus melampaui rekor Asia dan Rakornas untuk jenis angkatan deadlif yang sebelumnya dipegang oleh Chou Yu Ji dari Cina TPE . (Foto: PB PON XX Papua)

BANDUNG – Peluang kontingen Jawa Barat menjadi juara umum Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 terbuka lebar.

Hingga Kamis (14/10) pukul 15:36 WIB, Jabar masih menjadi pemuncak klasemen perolehan medali dengan merangkum 128 emas, 98 perak, dan 112 perunggu.

Berada di posisi kedua Jawa Timur yang sudah merangkum 108 emas, 86 perak, dan 81 perunggu. Sedangkan DKI Jakarta menempati peringkat ketiga dengan perolehan medali 102 emas, 91 perak, dan 96 perunggu.

Prestasi kontingen Jawa Barat di PON XX Papua 2021 tidak hanya soal perolehan medali, tetapi juga rekor-rekor PON dan Asia yang berhasil dicatatkan atlet-atlet Jawa Barat dari beberapa cabang olahraga (cabor).

Lima pelari Jawa Barat, misalnya, berhasil memecahkan tiga rekor sekaligus. Rekor pertama dicatat oleh Halomoan Edwin Binsar Simanjuntak pada nomor lari gawang 400 meter. Peraih medali perak Sea Games itu mencatatkan waktu tercepat 51.33 detik.

Catatan waktu tersebut pun memecahkan rekor PON yang sebelumnya dipegang pelari Nusa Tenggara Barat (NTB) Andrian dengan waktu 51.83 detik pada PON XIX Tahun 2016.

Dilansir situs resmi KONI Jawa Barat, Halomoan memang bertekad untuk memecahkan rekor PON selain meraih medali emas.

“Saya memang secara pribadi sudah menargetkan untuk bisa memecahkan rekor. Minimal rekor PON dan bisa tercapai,” kata Halomoan.

Selain Halomoan, pelari asal Jawa Barat  Tyas Murtingsih juga mampu memecahkan rekor nasional pada nomor lari putri 100 meter yang selama 20 tahun dipegang oleh Irene Truitje dengan catatan waktu 11.74 detik. Sedangkan dalam PON XX Papua 2021, Tyas mencatatkan waktu 11.67 detik.

Tyas juga turut memecahkan rekor PON nomor 4×100 estafet putri milik DKI Jakarta dengan waktu 45.93 detik di PON XVII Kalimantan Timur 2008. Bersama Raden Roselin Fika, Erna Nuryanti, dan Ulfa Silpiana, Tyas mencatatkan waktu 45,67 detik.

Rekor tidak hanya dicatatkan atlet Jawa Barat dari cabor atletik, tetapi juga atlet cabor angkat berat Susi Susanti yang turun di kelas 52 kg, melampaui rekor Asia dan Rakornas untuk jenis angkatan deadlif yang sebelumnya dipegang oleh Chou Yu Ji dari Cina TPE. Total angkatan Susi untuk jenis angkatan deadlif mencapai 197,5 kg.

Kemudian, Tim Polo Air Putra Jawa Barat akhirnya meraih medali emas untuk kali pertama dalam 50 tahun terakhir. Pada laga final, Tim Polo Air Putra Jawa Barat berhasil mengalahkan DKI Jakarta dengan skor 8-5.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyaksikan secara langsung bagaimana Tim Polo Air Putra Jawa Barat  mencatatkan sejarah di Akuatik Kampung Harapan Stadion Lukas Enembe, Sentani, Kabupaten Jayapura.

“Saya sangat bangga karena Tim Polo Air Putra Jawa Barat terbaik se-Indonesia. Target satu emas dari polo air itu terpenuhi,” ucap Kang Emil usai menyaksikan laga final Polo Air Putra, Senin (4/10) lalu.

Rekor dan sejarah yang dicatatkan para atlet akan membuat capaian Jawa Barat di PON XX Papua 2021 menjadi paripurna. Jika melihat klasemen perolehan medali H-1, peluang Jawa Barat menjadi juara umum sangat besar. (jun)

Baca juga: