Swab PCR Acak di Sekolah yang Gelar PTM Terbatas di Bandung

oleh -14 views
Swab PCR Acak bagi sekolah yang gelar PTM Terbatas/Istimewa

PEMERINTAH Kota (Pemkot) melalui Dinas Kesehetan (Dinkes) Kota Bandung melakukan Uji Usap atau Swab PCR acak di sekolah-sekolah yang menggelar Pembelajaran Tatat Muka (PTM) Terbatas. Skemanya, Dinkes akan mengambil 10 persen dari seluruh sekolah yang menggelar PTM Terbatas.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Ahyani Raksanagara mengatakan bahwa swab PCR acak telah dimulai sejak kemarin, Kamis (14/10).

Dilansir kantor berita RMOLJabar, Kepala Seksi (Kasi) Kelembagaan Peserta Didik Sekolah Dasar (SD), Disdik Kota Bandung, Liman Al Isnaeni mengatakan bahwa ada 400 SD yang telah menggelar PTM Terbatas. Dari jumlah tersebut, pihaknya telah memilih 44 SD yang akan dilakukan swab PCR acak bagi 30 siswa dan 3 Guru di masing-masing sekolah.

“Jumlah siswa yang diambil sampling itu hanya 30 siswa disetiap sekolah, dan juga ada 3 guru ditiap sekolahnya, ini berjalan sampe akhir bulan ini (Oktober),  dan ini akan berjalan setiap bulannya akan bergantian sekolahnya yang melaksanakan PTM untuk diambil sampling swabnya untuk siswa,” kata Liman di sela-sela pelaksanaan swab PCR acak di SDN 015 Kresna, Jl. Kresna, Kota Bandung, Jumat (15/10).

“Hal ini merupakan kebijakan dari Pemerintah Pusat, dimana untuk sekolah-sekolah diseluruh Indonesia mungkin akan dilakukan hal seperti ini untuk melihat, bahwa untuk melaksanakan PTMT ini benar-benar sudah berjalan sebagaimana mestinya,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Kepala Sekolah SDN 015 Kresna Kota Bandung, Yayat Hidayat mengatakan bahwa sebanyak 30 siswa dan 3 orang guru telah dipilih untuk mengikuti swab PCR acak dari Dinkes Kota Bandung.

Menurutnya, jika nantinya dalam hasil sampling uji usap Swab PCR tersebut ditemukan ada siswa atau guru yang positif,  pihaknya akan melakukan koordinasi langsung dengan pihak Puskesmas setempat dan dievaluasi oleh Dinas Kesehatan (Dinkes).

“Nah itu mungkin saya tetap koordinasi dan komunikasi dengan pihak Puskesmas setempat, dan selanjutnya nanti akan dijadikan evaluasi juga untuk ke Dinkes Kota Bandung. Ini tetap saya nunggu hasilnya apapun yang akan terjadi di 30 siswa untuk jadikan sampel,” ucapnya.

“Dan mudah-mudahan semuanya negatif, dan mudah-mudahan bisa menjadi tolok ukur nanti kelanjutan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang terbatas ini,” imbuhnya.

Yayat memastikan, siswa yang telah dilakukan Sampling uji usap Swab PCR akan diistirahatkan hingga hasil dari kegiatan tersebut sudah keluar.

“Untuk yang 30 sampel ini, akan kita istirahatkan dulu di rumah 1 hari, tetapi yang lainnya (siswa yang tidak melakukan sampling Swab PCR) tetap berjalan PTMT selama ada intruksi dari Dinas Pendidikan (Disdik) menjalankan PTMT, kita jalankan sesuai prosedur dan instruksi,” tandasnya.(*)