JAKARTA – Tidak pandang bulu merupakan pernyataan tegas dari Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Musi Banyuasin (Muba), Dodi Alex Noerdin.

“KPK berkomitmen melakukan pemberantasan korupsi dan tidak pernah lelah untuk memberantas korupsi sampai Indonesia bersih dari praktik-praktik korupsi. Siapa pun pelakunya, kami tidak pandang bulu jika cukup bukti karena itu prinsip kerja KPK,” kata Firli, dikutip dari jpnn.com, Sabtu (16/10).

Dia pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang terus mendukung KPK. Firli akan senantiasa memperhatikan dan mendalami setiap informasi  dari masyarakat.

“Baik yang disampaikan langsung ke KPK, maupun keterangan dan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan,” kata Firli.

Untuk itu, lanjut mantan Kepala Baharkam Polri ini menyatakan bahwa KPK terus bekerja untuk mengumpulkan keterangan dan bukti-bukti.

“Kami akan menyampaikan ke publik terkait perkembangan penyidikan termasuk menyampaikan seseorang sebagai tersangka berdasarkan bukti yang cukup. Karena KPK memegang prinsip the sun rise and the sun set principle, seketika seseorang menjadi tersangka maka harus segera diajukan ke persidangan peradilan,” ucapnya.

Sebelumnya, dalam melakukan OTT, KPK berhasil mengamankan Bupati Musi Banyuasin, H Dodi Reza Alex Noerdin yang juga anak dari mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin.

Berasarkan rilis yang disampaikan oleh Plt Juru Bicara KPK, Ali  Fikri, bahwa H Dodi Reza Alex Noerdin diamankan bersama sejumlah pihak lainnya, termasuk pejabat di lingkungan Pemkab Musi Banyuasin. Para pihak itu diringkus lantaran diduga terlibat dalam transaksi suap terkait proyek infrastruktur. (jun/tan/jpnn)

Baca juga: