Percepat Kekebalan Komunal, Vaksinasi Sasar Pengguna Jalan Tol

oleh -49 views
Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenkes RI dr Imran Agus Nurali menyuntikkan vaksin Sinovac kepada masyarakat di Rest Area KM 229 B Tol Kanci-Pejagan, Sabtu (23/10). (Foto: DEDI HARYADI/RADARCIREBON.COM)
Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenkes RI dr Imran Agus Nurali menyuntikkan vaksin Sinovac kepada masyarakat di Rest Area KM 229 B Tol Kanci-Pejagan, Sabtu (23/10). (Foto: DEDI HARYADI/RADARCIREBON.COM)

CIREBON – Ratusan warga dan pengguna jalan Tol Kanci-Pejagan mengikuti vaksinasi massal. Kegiatan Gebyar Vaksinasi Covid-19 tersebut berlangsung di Rest Area 229 B Tol Kanji-Pejagan, Sabtu (23/10).

Pada kegiatan Gebyar Vaksinasi tersebut, pihak pengelola Rest Area 229 B menyediakan 350 dosis vaksin Covid-19 yang diberikan kepada masyarakat dan penggunaan jalan tol secara gratis.

“Kami sudah beberapa kali menggelar vaksinasi, dan hari ini (23/10) adalah yang kali ketiga dengan dosis 350 dosis vaksin. Jadi total keseluruhan itu sebanyak 1000 dosis semuanya secara gratis,” ungkap Masrianto selaku Pengelola Rest Area KM 229B Tol Kanci-Pejagan kepada radarcirebon.com di sela-sela kegiatan, Sabtu (23/10).

Menurut Marianto, Gebyar Vaksinasi Covid-19 tersebut digelar dalam rangka mempercepat pembentukan herd immunity masyarakat di Kabupaten Cirebon.

“Kami bersyukur kegiatan Gebyar Vaksinasi Covid-19 kali ini mendapat sambutan positif dari pengendara dan warga sekitar. Bahkan, para pegawai rest area terdekat juga berdatangan untuk disuntik vaksin Covid-19 di sini (rest area KM 229 B,red). Kami mempersilakan siapa saja untuk ikut vaksinasi di sini, syaratnya cukup membawa KTP,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenkes RI, dr Imran Agus Nurali mengatakan, percepatan capaian vaksinasi membutuhkan peran serta semua elemen termasuk dunia usaha maupun pihak swasta.

“Sinergitas semua pihak ini penting untuk mempercepat capaian vaksinasi, sehingga kekebalan komunal segara terwujud. Bahkan, saya sering menyampaikan hal ini ke Dinas Kesehatan di berbagai wilayah saat kunjungan ke daerah,” katanya.

Dokter Imran menuturkan, masyarakat jangan terlena dan eforia dengan turunnya kategori level PPKM.

“Vaksinasi harus tetap dilakukan, begitu pun protokol kesehatan juga harus terus dijalankan jangan sampai longgar. Termasuk testing, tracing dan treatment juga harus dijalankan terus. Jadi, kewajiban Pemda setempat termasuk tenaga kesehatan untuk terus siaga,” tuturnya.

Menurut dr Imran, dalam pelaksanaan vaksinasi kepada masyarakat harus juga melibatkan perguruan tinggi yang ada di daerah setempat.

“Jadi para mahasiswa-mahasiswi bisa dilibatkan dalam tenaga admin untuk bisa menginput data vaksinasi berbasis komputer. Bahkan, saya kerahkan Pramuka Saka Bakti Husada sebagai tenaga kesehatan,” ujarnya. (rdh)

Baca juga: