Jadi YouTuber, Yudi Purnomo Sudah Ditawari Mengisi Acara TV Swasta

oleh -35 views
YOUTUBER: Mantan Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo Harahap. Dia kinimenjadi influencer antikorupsi melalui kanal YouTube.FOTO: FEDRIK TARIGAN/JAWA POS

Sejumlah mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) banting setir menjadi influencer antikorupsi melalui kanal YouTube usai diberhentikan dengan hormat dari lembaga antirasuah. Bahkan sudah ditawari untuk mengisi acara TV swasta.

======================

DIA adalah Yudi Purnomo Harahap. Ia mengaku sudah menyampaikan kepada publik ihwal niatannya menjadi influencer antikorupsi. Niatannya itu pun, kata dia, mendapat respons positif.

“Alhamdulillah tanggapannya sangat luar biasa. Bahkan ada yang menyarankan kepada saya untuk membuat blog pribadi,” kata Yudi, dinukil dari video yang diunggah melalui channel YouTube Yudi Purnomo Harahap, Jumat (22/10).

Ia menjelaskan, mulanya dia hanya berkeinginan mengisi seminar atau diskusi melalui podcast, YouTube, atau pun kampus untuk menyalurkan nilai dan ilmu antikorupsi yang dimilikinya setelah 15 tahun bekerja di KPK.

Hanya saja, menurut penuturan dia, beberapa rekannya menyarankan untuk memiliki channel YouTube pribadi. Namun, ia merasa sangsi lantaran memiliki channel YouTube yang serius membutuhkan upaya dan dana besar.

“Tentu butuh effort dana tenaga yang besar bahkan yang paling teknis saya belum bisa pakai aplikasi edit video. Kata teman enggak usah ribet yang penting mau dulu,” ucapnya.

Yudi mengaku sempat mendapat tawaran untuk mengisi acara tv swasta. Akan tetapi, rekan-rekannya menyarankan dia untuk membuktikan keseriusannya sebagai influencer.

“Makanya buat dulu blog pribadi dan videonya. Ini jadi video saya yang pertama. Dibuat dengan sederhana hanya berdasarkan kamera hp yang saya punya,” jelasnya.

Dalam channel tersebut, kata dia, nantinya akan berisi konten visual yang membahas pencegahan sampai penindakan korupsi. Tak hanya itu, topik yang dibahas pun juga akan menyangkut intelijen, kepemimpinan, isu HAM, hingga penegakan hukum serta pertahanan dan keamanan (hankam).

“Selain monolog, saya mengundang orang yang kompeten di bidangnya untuk bisa memberikan penjelasan,” ucapnya.

Diketahui, Yudi Purnomo merupakan satu dari 57 pegawai KPK yang diberhentikan secara hormat pada 30 September 2021 lalu akibat tak lulus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Mantan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan juga banting setir menjadi seorang YouTuber pasca dipecat dari KPK. Ia resmi membuat channel YouTube dengan namanya sendiri. Pecan lalu telah memiliki 3.870 subscriber.

Pekan lalu juga, video pertama berdurasi 5 menit 51 detik telah diunggah serta sudah ditonton sebanyak 7.900 orang dan disukai 2.300 kali.

Dalam video tersebut, Novel menyampaikan channel YouTube resmi miliknya itu akan banyak membicarakan terkait permasalahan antikorupsi. Dia mengaku, agar publik bisa lebih masif dan memberikan dukungan terhadap masalah antikorupsi.

“Isu antikorupsi isu yang sangat penting. Karena ketika bicara kemajuan negara, hampir selalu ada masalah korupsi disana. Begitu juga dengan masalah penegakkan hukum, bayangkan ketika penegakkan hukum banyak terjadi korupsi maka ada ketidakadilan, ada pelanggaran HAM dan itu sering kali mengganggu kita,” ucap Novel, dilihat Jumat (15/10).

Dia mengutarakan, video-video yang akan diunggah dalam channelnya akan banyak membahas terkait antikorupsi, investigasi, dan integritas. Wadah ini diharapkan bisa bermanfaat dan mengedukasi publik.

Dia mengaku, setelah tidak lagi bekerja di KPK menjadi orang yang bebas. Sehingga tidak lagi terikat dengan aturan-aturan etik yang ada di KPK. Maka, pembicaraan mengenai antikorupsi akan lebih luas.

“Sehingga saya berbicara dalam forum-forum yang lebih bebas dan semoga saja itu bisa membantu membawa kemanfaatan,” pungkas Novel.

Sebagaimana diketahui, tidak hanya Novel yang memulai aktivitas barunya setelah tidak lagi menjadi pegawai KPK. Sebanyak 57 mantan pegawai KPK yang juga dipecat dengan dalih tidak memenuhi asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK), mengisi hari-harinya dengan cara yang baru.

Sebagian mantan pegawai KPK memilih berwirausaha, seperti berjualan nasi goreng, membuat usaha kue, hingga berternak kambing di kampung halaman. (riz/fin)