Sejarah Kayu Mati Buyut Perbatang di Situs Balong Keramat Kertawinangun

oleh -1.348 views
kayu-mati-situs-balong-keramat
Warga mengikuti ritual mengganti kafan Kayu Mati Buyut Perbatang di Situs Balong Keramat Pangeran Mancur Jaya, Desa Kertawinangun, Kabupaten Cirebon. Foto: Dedi Haryadi/radarcirebon.com

CIREBON – Puluhan warga mengikuti ritual ganti kain kafan dan memandikan Kayu Mati Buyut Perbatang di Situs Balong Keramat Pangeran Mancur Jaya, Desa Kertawinangun, Kabupaten Cirebon.

Ritual ini, merupakan bagian dari puncak peringatan rangkaian Maulid Nabi Muhammad SAW atau Muludan Desa Tuk dan Kertawinangun.

Keberadaan kayu mati yang sehari-harinya terendam di Situs Balong Keramat, rupanya terkait dengan sejarah Desa Tuk dan juga Pangeran Mancur Jaya.

Juga kawasan Kedawung, yang dahulu adalah sebuah hutan belantara. Sebelum akhirnya menjadi kawasan perkotaan seperti sekarang ini.

Juru Kunci Situs Balong Keramat, Raden M Suparja menceritakan, penemuan kayu itu dimulai saat Cirebon dilanda kemarau panjang yang mengakibatkan kekeringan.

Pangeran Mancur Jaya mendapat perintah dari Sultan Cirebon pada masa itu untuk mencari sumber mata air.

Selanjutnya Pangeran Mancur Jaya pun berkelana ke arah barat Keraton Cirebon dan sampai di kawasan hutan belantara yang kini menjadi wilayah Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon.

Raden M Suparja menambahkan, Pangeran Mancur Jaya beristirahat di hutan tersebut dan menemukan batang kayu yang tampak hidup.

“Ternyata kayu itu pernah menjadi tempat duduk Pangeran Walangsungsang, pendiri Cirebon, saat bertapa di kawasan hutan itu,” kata dia, kepada radarcirebon.com, Selasa (26/10/2021).

Berita berlanjut di halaman berikutnya…

Baca juga: