Masuk Musim Hujan, Begini Himbauan Ridwan Kamil Kepada Kepala Daerah se-Jabar

oleh -15 views
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat meninjau Kali Rasmi di Desa Wangungharja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Selasa (9/11/2021). (Foto: Biro Adpim Jabar)
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat meninjau Kali Rasmi di Desa Wangungharja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Selasa (9/11/2021). (Foto: Biro Adpim Jabar)

BANDUNG – Memasuki musim hujan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan himbauan kepada kepala daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) se-Jawa Barat untuk meningkatkan kesiagaan menghadapi potensi bencana.

“Saya sudah mengimbau kepala daerah bupati, wali kota, kepala BPBD siaga satu di musim penghujan ini,” katanya, Rabu (10/11/2021).

Dia menyampaikan musim hujan diperkirakan akan berlangsung sampai awal 2022. Selama musim hujan, ada dua potensi bencana, yakni banjir dan tanah longsor.

“Ini musim penghujan sampai Februari-Maret, musim penghujan itu biasanya mengakibatkan dua potensi kebencanaan, satu banjir yang sering kita lihat, kedua adalah longsor biasanya di daerah yang miring,” ucapnya.

Pria yang biasa disapa Kang Emil ini juga mengimbau masyarakat agar menjaga kebersihan saluran air termasuk selokan yang berada di lingkungan sekitar serta tidak membuang sampah sembarangan.

“Untuk banjir saya mengimbau masyarakat, karena sebagian dari potensi banjir datang dari sampah yang bikin mampet di gorong-gorong di saluran oleh sampah, mari kita jaga kebersihan, kurangi potensi banjir dengan kitanya disiplin,” ungkapnya.

Kang Emil mengatakan, pemerintah terus berupaya mengurangi potensi banjir dengan membangun infrastruktur pengendali banjir. Salah satunya adalah Kolam Retensi Andir yang rencana akan selesai pada dua bulan ke depan.

“Pemerintah terus mengupayakan pengurangan-pengurangan bencana termasuk dua bulan lagi selesai danau (kolam, red) retensi di Andir untuk melengkapi Danau (kolam, red) Retensi Cieunteung dalam mengatasi potensi banjir di Citarum,” katanya.

Dengan adanya infrastruktur pengendali banjir, lanjut dia, fenomena bencana alam akan berangsur berkurang jika musim penghujan tiba.

“Jadi, masih ada (banjir, red), tapi media boleh bandingkan volumenya sudah berkurang tidak berlama-lama seperti dulu. Tetapi, kita tidak boleh takabur bagaimanapun itu fenomena alam. Tapi, ikhtiar dari kami adalah melakukan pengurangan dengan apapun program dan metode untuk mengatasi kebencanaan,” pungkasnya. (jun/rls)

Baca juga: