Polemik Goa Sunyaragi, Santana Kasultanan Cirebon Prihatin, Jajat: Kami Korban Keserakahan

oleh -3.751 views
Polemik-goa-sunyaragi
Raden Hamzaiya, Sekretaris Buhun keluarga Santana Kasultanan Cirebon.

CIREBON – Keluarga Besar Santana Kasultanan Cirebon mengaku prihatin dengan Polemik yang terjadi di Goa Sunyaragi.

Hal tersebut diungkapkan Raden Hamzaiya, Sekretaris Buhun keluarga Santana Kasultanan Cirebon (SKC) kepada radarcirebon.com, Jumat (12/11/2021).

“Kami merasa prihatin dengan kisruh Keraton Kasepuhan yang semakin meluas hingga terbongkarnya manajemen Goa Sunyaragi yang saat ini dinilai tidak sesuai dengan prosedur dan standard manajemen yang ada,” ungkapnya.

Sebagai benda cagar budaya dan diatur oleh UU, Menurut Hamzaiya, Goa Sunyaragi bukan milik pribadi keluarga keraton.

“Sudah semestinya pengelolaan benda cagar budaya memiliki ketentuan yang diatur berdasarkan undang-undang, saya sendiri tidak pernah menyangka bahwa saat ini pihak Luqman Zulkaedin yang selama ini mengklaim dirinya sultan dan keluarganya menganggap sebagai pengelola aset Keraton Kasepuhan justru membuat sebuah kesalahan yang fatal dalam menejemen pengelolaan,” ujarnya.

Baca juga:

Hamzaiya berharap agar Goa Sunyaragi dikelola oleh Pemkot Cirebon.

“Kami hanya berharap Disparbud ataupun pihak Pemerintah Kota Cirebon turut memperhatikan polemik Goa Sunyaragi ini, mengingat Goa Sunyaragi menjadi salah satu ikon Kota Cirebon dalam giat menarik wisatawan datang ke Kota Cirebon. Kami sih berharap Goa Sunyaragi dikelola Pemkot,” ucapnya.

Dengan adanya polemik Keraton Kasepuhan dan Goa Sunyaragi menjadi citra buruk bagi Kota Cirebon.

“Jangan sampai polemik yang ada di Kesultanan Kasepuhan dan Goa Sunyaragi yang kian bergulir terus memanas hingga membuat citra buruk bagi Kota Cirebon. Atas pertimbangan tersebut rasanya sudah semestinya Pemerintah Kota Cirebon saat ini menjadi penengah dari perseteruan yang terjadi saat ini. Polemik ini sudah menjadi sorotan bukan hanya di Cirebon saja, melainkan sudah menjadi bahan pemberitaan nasional. Oleh karenanya peran pemerintah yang bijak bisa menjadi pihak ketiga independen,” pungkasnya.

Di sisi lain, Jajat Sudrajat dari Badan Pengelola (BP) Goa Sunyaragi menuding Sultan Kasepuhan PRA Luqman Zulkaedin menyia-nyiakan Goa Sunyaragi yang berstatus cagar budaya nasional.