SMAK Penabur Cirebon Juarai BMEC Unair

oleh -34 views
JUARA: Enam siswa- siswi SMAK Penabur Cirebon menorehkan prestasinya dalam Ajang Biomedical Engineering Competition (BMEC) Unair. FOTO: SMAK PENABUR FOR RADAR CIREBON

CIREBON- Enam siswa- siswi SMA Kristen (SMAK) Penabur Cirebon kembali berhasil menorehkan prestasinya dalam Ajang Biomedical Engineering Competition (BMEC). Agenda itu diselenggarakan Universitas Airlangga pada 17 Oktober hingga 14 November 2021.

Keenam peserta didik tersebut di antaranya Eldrian Daniel Gozali, Carmelia Carina Halim dan Raditya A G yang meraih Juara 2, serta Nicholas Suteja, Varel T, dan Jovan Bagus Wicaksono yang meraih Juara 3.

Kepala SMAK Penabur Cirebon Gunawan SSi mengatakan BMEC merupakan salah satu perlombaan yang diselanggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Biomedis Universitas Airlangga (Unair). Acara tersebut rutin digelar setiap tahun dan bertujuan untuk mencari bibit unggul yang berpotensi dalam bidang Teknik Biomedis.

“Kita lakukan ini untuk dorong semangat dan daya juang anak didik kami. Kami fasilitasi bakat dan minat mereka khususnya dengan pelatihan-pelatihan dan bimbingan yang kami berikan kepada mereka. Kami bersyukur bisa mendapatkan juara lagi,” ungkap Gunawan kepada Radar, Selasa (23/11).

Dalam kesempatan itu juga, Gunawan mengharapkan prestasi inidapat terus ditingkatkan oleh para peserta didik. Serta, pihak sekolah akan terus mendukung segala upaya peningkatan prestasi para peserta didik. “Ini upaya kami untuk mengembangkan talenta mereka menjadi berprestasi,” ujarnya. 

Sementara itu, salah satu siswi yang meraih juara 2 dalam ajang tersebut, Carmelia Carina Halim mengaku sangat antusias mengikuti perlombaan itu. Pasalnya, siswi kelahiran tahun 2005 ini mengikuti perlombaan tersebut untuk yang pertama kalinya. Bahkan, ia telah mempersiapkan diri sejak 3 minggu sebelum perlombaan.

“Perasaannya sangat senang dan bersyukur karena bisa membawa nama baik sekolah untuk pertama kalinya di ajang ini. Saya sudah 3 minggu mempersiapkan ini. Mudah-mudahan hasil ini bisa memotivasi teman-teman lainnya,” kata siswi XII IPA itu.

Lebih lanjut, Carmelia menyebutkan, dalam masa persiapan, dirinya mempersiapkan diri dengan cara berlatih dengan mengerjakan soal dan membaca materi dari beberapa referensi buku yang telah diberikan oleh panitia lomba tersebut.

“Saya baca materi sendiri. Dan sekolah juga sudah menyediakan pelatihan berupa pembelajaran bersama kakak tingkat yang sebelumnya pernah bertanding dalam lomba tersebut dan berhasil memenangkan lomba. Bersyukur sekali bisa dibantu belajarnya,” kata Carmelia.

Siswa lainnya yang memperoleh juara tiga dalam lomba itu, Nicholas Suteja, mengatakan dirinya bersyukur karena bisa memberikan hasil yang memuaskan dengan kerja keras tim yang sudha dilakukan yang terbaik oleh masing-masing anggota tim.

“Ini juga perlombaan pertama saya. Memang dari sekolah juga sudah ada semacam training center selama satu minggu sebelum babak lomba. Termasuk pada penyisihan, semifinal, hingga final. Serta sekolah memberikan pendampingan oleh kakak tingkat,” ungkap Nico.

Meskipun persiapan memakan waktu selama 2 hingga 3 minggu sebelum perlombaan, namun Nico merasa puas dengan hasil yang didapatkannya bersama tim tersebut. “Kita review materi yang ada dan mengikuti training center yang ada. Itu bagian persiapan kami. Meskipun sulit tapi bisa terlewati dan membuahkan hasil yang baik,” tutupnya. (jrl/opl)