Datang ke Cirebon, Deputi Wantannas Bahas Persoalan Sampah

oleh -46 views
Deputi Bidang Sistem Nasional Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) Mayjen TNI Moh Hatta Usmar Rukka melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Cirebon. Kedatangannya, disambut Wakil Bupati Cirebon Wahyu Tjiptaningsih, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon Drs H Rahmat Sutrisno MSi, dan sejumlah pejabat lainnya, Kamis (25/11/2021). (Foto: Diskominfo Kabupaten Cirebon)
Deputi Bidang Sistem Nasional Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) Mayjen TNI Moh Hatta Usmar Rukka melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Cirebon. Kedatangannya, disambut Wakil Bupati Cirebon Wahyu Tjiptaningsih, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon Drs H Rahmat Sutrisno MSi, dan sejumlah pejabat lainnya, Kamis (25/11/2021). (Foto: Diskominfo Kabupaten Cirebon)

CIREBON – Perubahan iklim menjadi salah satu ancaman bagi kelangsungan kehidupan manusia di bumi. Salah satu upaya yang harus dilakukan untuk mencegahnya adalah memperbaiki kondisi lingkungan, yakni mengelola sampah.

Deputi Bidang Sistem Nasional Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) Mayjen TNI Moh Hatta Usmar Rukka mengatakan,  salah satu daerah di Indonesia yang tengah menghadapi persoalan sampah adalah Kabupaten Cirebon.

“Datang ke Cirebon untuk melihat dan mencari solusi langsung. Selain Cirebon, tim juga bergerak ke Demak (Jawa Tengah) serta Pekalongan (Jawa Tengah),” kata Hatta.

Hatta juga menambahkan, ada beberapa kebijakan yang akan digulirkan terkait permasalahan di Kabupaten Cirebon ini, terutama yang juga berkaitan dengan perubahan iklim.

Sementara, Wakil Bupati Cirebon, Hj Wahyu Tjiptaningsih SE MM  mengungkapkan bahwa  Kabupaten Cirebon mempunyai tempat pembuangan akhir (TPA) Gunung Santri dan TPA Kubang Deleg yang saat ini masih dipersiapkan untuk menyelesaikan permasalahan sampah.

Kemudian, sejumlah desa memiliki incenerator untuk pengolahan sampah. Namun, saat ini alat tersebut tidak dipakai karena terkendala perawatan.

“TPA kita baru satu, armada terbatas, sehingga sulit mengangkut sampah. Satu desa itu menghasilkan 4 ton sampah per harinya, ini juga bagian dari permasalahan,” ungkapnya. (jun)

Baca juga: