Kepada Bupati Imron, PGRI Minta Tahun Depan Ada Anggaran Insentif Untuk Guru Honorer

oleh -18 views
Bupati Cirebon Drs H Imron MAg menghadiri acara Puncak Peringatan HUT ke-76 Persatuan Guru Republik Indonesia dan Hari Guru Nasional tahun 2021 tingkat Kabupaten Cirebon di Gedung PGRI Kecamatan Sumber, Kamis (25/11/2021). (Foto: Diskominfo Kabupaten Cirebon)
Bupati Cirebon Drs H Imron MAg menghadiri acara Puncak Peringatan HUT ke-76 Persatuan Guru Republik Indonesia dan Hari Guru Nasional tahun 2021 tingkat Kabupaten Cirebon di Gedung PGRI Kecamatan Sumber, Kamis (25/11/2021). (Foto: Diskominfo Kabupaten Cirebon)

CIREBON – Dalam momentum peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan puncak HUT ke-76 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Pemerintah Kabupaten Cirebon berjanji akan terus memperjuangkan nasib para guru, agar mendapatkan kesejahteraan yang layak.

Dihadapan para guru, Bupati Cirebon Drs H Imron MAg mengatakan, saat ini jumlah guru honorer di Kabupaten Cirebon mencapai 6000-an. Pada saat seleksi PPPK yang berlangsung beberapa bulan lalu, ada sekitar 5000-an yang ikut.

“Awalnya yang ikut dari lima ribu lebih yang lolos hanya 7 persen lebih saja. Itupun yang lolos dari kuota yang diberikan empat ribu lebih dari pemerintah pusat,” katanya saat menghadiri acara Puncak Peringatan HUT ke-76 Persatuan Guru Republik Indonesia dan Hari Guru Nasional tahun 2021 tingkat Kabupaten Cirebon di Gedung PGRI Kecamatan Sumber, Kamis (25/11/2021).

Namun demikian, lanjut Bupati Imron, Pemerintah Kabupaten Cirebon tidak tinggal diam untuk memperjuangkan nasib honorer. Bersama PGRI dan Korpri membuat surat untuk dilayangkan ke Pemerintah Pusat.

“Akhirnya, awal hanya 7 persen lebih saja yang lolos seleksi PPPK, sekarang yang lolos 1.718 atau 47 persenan lebih guru honorer yang lolos PPPK,” bebernya.

Sementara, Ketua PGRI Kabupaten Cirebon, Yeyet Nurhayati mengungkapkan, pihaknya akan terus memperjuangkan kesejahteraan para guru honorer.

Karena, selama ini guru honorer kesejahteraannya kurang diperhatikan pemerintah.

“Bayangkan, gaji guru honorer hanya Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu, itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari para guru,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, pada tahun 2022 pihaknya akan meminta kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon agar ada anggaran tambahan untuk para guru honorer.

“Setidaknya ada tambahan insentif dari Pemerintah Daerah untuk guru honorer agar mereka semangat untuk mengajar,” ujarnya.

Ia mengatakan, seleksi PPPK untuk guru honorer tahap II akan kembali dilakukan. Yeyet berharap seleksi ini guru yang lulus dan lolos PPPK banyak.

“Saya harap pada seleksi ke II nanti untuk PPPK ini semua guru bisa lulus dan lolos. Karena kuota untuk guru honorer di Kabupaten Cirebon masih banyak. Sehingga saya yakin mereka bisa,” kata Yeyet. (jun)

Baca juga: