Pengurus AAI Kabupaten Cirebon Dilantik

oleh -56 views
KOMPAK: Pengurus AAI Kabupaten Cirebon Periode 2021-2024 foto bersama usai dilantik Ketua AAI Jawa Barat, kemarin. FOTO: ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

CIREBON-Jumlah arsiparis di Kabupaten Cirebon masih jauh dari ideal. Padahal, keberadaan arsiparis sangat penting untuk menjaga dan merawat data sehingga terjaga autentifikasinya.

Kemarin, saat pelantikan dan pengukuhan Pengurus Asosiasi Arsiparis Indonesia (AAI) Kabupaten Cirebon terungkap jika saat ini di lingkup Pemerintah Kabupaten Cirebon hanya memiliki 44 arsiparis.

Ketua AAI Kabupaten Cirebon Periode 2021-2024, Mail mengatakan, idealnya masing-masing SKPD harus memiliki minimal satu orang arsiparis.

Sehingga, jika dilihat jumlah SKPD yang ada harusnya di lingkup Pemkab Cirebon paling tidak ada 73 arsiparis sesuai dengan jumlah SKPD yang ada.

“Jumlah arsiparis yang ada saat ini masih kurang, padahal keberadaanya sangat penting, selain untuk memastikan arsip itu terjaga, arsip tersebut disiapkan sehingga bisa juga diakses oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Menurutnya, arsiparis yang saat ini dilantik terdiri dari ASN di lingkup Pemkab Cirebon. Tugas arsiparis kedepan, menurut Mail, akan lebih kompleks karena arsiparis tidak hanya fokus kepada penyelamatan dan penjagaan arsip serta dokumen, tapi juga menyesuaikan arsip dengan era digitalisasi.

Sehingga, tidak hanya arsip otentik yang dimiliki tapi ada arsip digital yang bisa diakses oleh semua pihak.

“Era digitalisasi tidak bisa dihindari, tentu kita harus menyesuaikan, kita juga punya sistem informasi daerah untuk membantu masyarakat agar mudah mengakses informasi yang sudah diarsipkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua AAI Jawa Barat Drs Febriyadi MSi mengatakan, ada dua arsip yang dikelola oleh pemerintah saat ini yakni arsip statis dan arsip dinamis.

Tujuannya adalah bagaimana menyelamatkan arsip sebagai dokumen penting yang harus dijaga dan bisa diakses oleh masyarakat.

Ditambahkannya, Kabupaten Cirebon sendiri masih harus dilakukan peningkatan baik dari cara pengelolaan arsip sampai kepada keberpihakan anggaran karena untuk mengelola arsip juga dibutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

“Kabupaten Cirebon sendiri di Jawa Barat itu urutannya di tengah, tidak di bawah tidak juga di atas, masih butuh peningkatan,” ungkapnya. (dri/adv)