Ubah Tempat Hiburan Malam Jadi Restoran

oleh -20 views
ILUSTRASI: Pengelola hiburan malam mengubah konsep bisnisnya menjadi restoran, untuk bisa bertahan selama pandemic Covid-19. FOTO: Urban journey

SINGAPURA mulai membuka kembali beberapa perekonomian mulai 22 November, setelah pencabutan beberapa pembatasan Covid-19. Sayangnya salah satu sektor masih belum terlihat beroperasi. Operator industri kehidupan malam masih belum diizinkan membuka kembali.

Dilansir dari Straits Times, Selasa (23/11), lampu dunia hiburan malam masih padam karena sektor kehidupan malam Singapura menunggu waktu yang lebih baik. Industri kehidupan malam, yang terdiri dari klub malam, bar, dan pub, tetap menjadi salah satu sektor ekonomi terakhir yang tersisa dan belum membuka bisnisnya kembali.

Setelah 20 tahun menjadi tuan rumah bagi live band utama Singapura, institusi Holland Village Wala Wala masih mematikan lampu di ruang pertunjukan lantai duanya. Yang tersisa di lantai dua yang sekarang ditinggalkan adalah kursi dan meja bar yang ditumpuk, serta instrumen dan mikrofon yang tidak digunakan selama hampir dua tahun. Pemilik sedang mencari penyewa baru untuk mengambil alih ruang.

Ada pula yang mengubah bisnis hiburan malam menjadi restoran. Salah satunya kedai bar kini muncul dengan konsep makanan yang sama sekali baru dua minggu lalu.

Sebelumnya pihak berwenang mengatakan konsep resto itu terlalu seperti bar. Agar bisa dibuka, maka pengelola sekarang menjual mi buatan tangan, di samping item yang selalu ada di menunya, seperti dimsum dan burger.

“Selama ini, kami dikenal sebagai tempat kerajinan bir lokal, tetapi pihak berwenang memberi tahu kami terlihat seperti bar,” kata Direktur Resto Kevin Ngan. (jpc)