Di Cirebon, Anis Matta Ungkap Harapannya Menyongsong Pemilu 2024

oleh -113 views
Anis-matta-partai-gelora
Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta saat menggelar jumpa pers di salah satu sentra batik Kabupaten Cirebon, Senin (29/11/2021). FOTO:DEDI HARYADI/RADARCIREBON.COM

CIREBON – Parliamentary threshold dan presidential threshold dianggap menghambat partisipasi di Pemilu 2024.

Itu dikatakan Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta saat menggelar jumpa pers di salah satu sentra batik Kabupaten Cirebon, Senin (29/11/2021).

“Sebenarnya kita di Partai Gelora inginnya threshold itu dihilangkan baik untuk Pileg maupun Pilpres. Karena dengan cara itu kita mendorong partisipasi demokrasi lebih luas. Tapi kalau ada threshold, ya target kami ya lulus threshold,” ungkapnya.

Mantan Presiden PKS ini menyebutkan, Partai Gelora telah memiliki kepengurusan lengkap di 34 provinsi dan di 514 kabupaten dan kota.

“Untuk kecamatan di Indonesia ada 7.235 Kecamatan. Sedangkan Partai Gelora sudah ada di 89 persen. Mudah-mudahan InsyaAllah, seluruh kecamatan ini sudah terpenuhi hingga akhir Desember 2021 ini. Sedangkan jumlah desa dan kelurahan se-Indonesia ada sekitar 83 ribu lebih. Sekarang Partai Gelora sudah ada 13 persen,” sebutnya.

Menurut Anis Matta, Partai Gelora sudah mempunyai kader sebanyak setengah juta kader tersebar di Indonesia.

“Dan ini setiap hari terus bertambah sekitar 1000 hingga 3000 an kader perharinya. Berdasarkan survei kami alasan orang mendukung, bahwa Partai Gelora membawa misi perubahan,” ujarnya.

Baca juga:

Dikatakan Anis, tidak ada partai terbesar di Indonesia tidak memiliki suara lebih dari 20 persen.

“Itu maksudnya, tidak ada partai yang kuat karena mereka membuat tembok-tembok. Hadirnya Partai Gelora ini benar-benar partai rakyat, karena kita meruntuhkan tembok penyekat dan mulai menjembatani,” kata Anis.

“Tujuan Partai Gelora adalah salah satunya ingin mengubah situasi krisis menjadi peluang. Caranya adalah dengan membuat suatu cita-cita nasional baru, yaitu menjadi Indonesia sebagai lima besar negara dunia. Dari sini kemudian kita mencoba merumuskan peta jalan baru Indonesia,” pungkasnya. (rdh)