Memayu Buyut Trusmi Cirebon, Ganti Atap Welit dan Makna Silaturahmi

oleh -296 views
memayu-buyut-trusmi-cirebon
Warga bergotong royong mengganti atap welit yang merupakan tradisi Memayu Buyut Trusmi. Foto: Dedi Haryadi/radarcirebon.com

CIREBON – Ganti atap welit menjadi salah satu tradisi yang dihelat di Memayu Buyut Trusmi, Kabupaten Cirebon, Senin (29/11/2021).

Ini menjadi kegiatan rutin setiap tahun, dan memiliki filosofi silaturahmi juga gotong royong antar warga.

Tradisi ini dilakukan setiap hari Senin, mengikuti penanggalan Jawa. Sedikitnya, ada 7 bangunan yang diganti atap welit.

Sesepuh Desa Trusmi, KH Tony Syach, tradisi ini sudah membumi bagi masyarakat. Dan warga di Trusmi Kulon, akan pulang kampung setiap Memayu Trusmi.

“Orang sini walaupun kerja jauh, pasti akan pulang untuk memayu,” kata Tony, kepada radarcirebon.com, Senin (29/11/2021).

Dijelaskan dia, ganti welit atau atap merupakan bagian dari tradisi memayu.

Memayu sendiri dimaknai memperbaiki dari sifat jelek ke bagus. Dalam praktiknya di tradisi ini, dengan mengganti atap yang sudah dirusak.

“Hati dimayu oleh diri sendiri agar laku lampah menjadi baik,” jelasnya.

Ganti welit sendiri dilaksanakan di komplek makam Buyut Trusmi. Biasanya, kegiatan ini juga dilakukan menyambut musim penghujan.

Dari pantauan radarcirebon.com, nampak warga bergotong royong. Mulai dari menyusun atap berbahan welit, kemudian sebagian lagi siaga di atas bangunan.

Terlebih dahulu atap welit yang lama diturunkan, kemudian diganti yang baru. (rdh)

Baca juga: