PKL Cantik Jual Pancake Tak Pakai Bra, Aranya Apaiso Ditegur Polisi

oleh -6.470 views
aranya-apaiso
Aranya Apaiso menjual pancake dengan pakaian atas terbuka. Foto via The Sun

SEORANG pedagang kaki lima (PKL) bernama Aranya Apaiso ditegur polisi lantaran kelewat seksi saat berjualan.

Mahasiswa keperawatan berusia 23 tahun itu, dinilai terlalu seronok dalam berpenampilan.

Pemberitaan terkait Aranya pun viral di media sosial. Bahkan sampai menjadi pembahasan media asing seperti The Sun dan Mrror.

The Sun memberitakan, Aranya mulanya hanya menjual 30 box pancake per hari.

Sampai dia meminjam pakai atasan berpotongan rendah milik temannya untuk dipakai saat bekerja di kiosnya di Chiang Mai, Thailand.

Dengan pakaian itu, sebagian dada Aranya tentu saja terekspos. Ternyata, dengan cara ini penjualannya meningkat empat kali lipat.

Penduduk setempat yang bersemangat mengantre untuk mencicipi crepes sambil berpose untuk selfie.

Tetapi beberapa warga yang tidak puas mengeluh kepada polisi bahwa pakaiannya tidak pantas sehingga petugas mengunjungi kiosnya pada hari Jumat (26/11/2021).

Polisi membawa Olive -sapaan akrabnya- dan diberikan peringatan terkait kebersihan makanan dan “menghormati budaya” sebelum dibebaskan tanpa tuduhan.

Kepolisian setempat juga meminta Olive untuk berpakaian sopan dan tidak mempertontonkan ketidaksenonohan ke publik.

Seorang juru bicara dari kantor dewan distrik Chang Phueak mengatakan, Chiang Mai adalah kota budaya dan orang-orang telah menyatakan keprihatinan tentang pakaian itu.

“Kami telah meminta wanita itu untuk bekerja sama, untuk memakai bra yang berwarna seperti kulit dan pakaian yang tidak terlalu terbuka,” katanya.

Atas kejadian itu, Olive juga telah meminta maaf karena telah memembuat kehebohan dengan pakaiannya yang terbuka.

Kendati demikian, dia membela diri bahwa pakaian itu telah menggunakan selotip di bagian dalam, sehingga payudaranya tidak terlihat seluruhnya.

“Saya perlu menghasilkan uang sendiri. Saya hanya berusaha untuk menghidupi diri sendiri,” tutur dia, sembari menangis. (yud/the sun)

Baca juga: