Disbudpar Kolaborasi Satukan Misi

oleh -13 views
BATIK: Kepala Disbudpar Kota Cirebon Agus Suherman menyerahkan batik khas Cirebon kepada Lurah Salamrejo tempat sanggar Cipto Budoyo Kulon Progo, disaksikan Dinas Kebudayaan Kulon Progo, akhir pekan kemarin.

MENJAGA tradisi budaya menjadi salah satu nilai keberagam Indonesia. Ada satu misi yang sama dalam menjaga Indonesia dari sudut seni dan budaya. Pelestarian warisan non benda itu harus dilakukan dari generasi ke generasi.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon berkolaborasi satukan misi menjaga tradisi seni budaya dengan Kabupaten Kulon Progo Provinsi Yogyakarta.  Dalam hal ini, Disbudpar studi banding seni budaya ke Sanggar Cipto Budoyo Kulon Progo, akhir pekan kemarin. “Kami berkolaborasi menyatukan misi. melestarikan seni budaya dan mengenalkan warisan Indonesia,” ucap Kepala Disbudpar Kota Cirebon Drs Agus Suherman SH MH.

Dalam kesempatan tersebut, lanjutnya, Disbudpar Kota Cirebon menampilkan tari topeng kelana. Sedangkan dari Kabupaten Kulon Progo menampilkan tari jatilan. Kebersamaan dalam upaya menjaga tradisi warisan seni dan budaya, dilakukan dengan kolaborasi seni drama dan tari (sendratari) antara Sanggar Puser Langit Kota Cirebon dengan sanggar Cipto Budoyo Kabupaten Kulon Progo. Palagan Hanoman menjadi judul sendratari kolaborasi tersebut.

Agus Suherman menjelaskan, Kota Cirebon memiliki banyak seni dan budaya warisan leluhur yang harus dilestarikan. Karena itu, perlu upaya bersama dengan mengenalkan kepada generasi penerus. Dalam hal ini, ujarnya, Disbudpar mendukung penuh berbagai elemen masyarakat pelaku seni dan budaya khususnya, untuk berkolaborasi melakukan beragam kegiatan. “Seni tari harus diajarkan kepada generasi penerus. Lambat laun akan terancam punah jika tidak ada penerus,” tuturnya. (ysf)