Kios Pasar Jungjang Mau Dibongkar Sore Ini, Pedagang Bakal Bertahan

oleh -3.738 views
pasar-desa-jungjang-dibongkar
Aparat desa menyampaikan pengumuman Pasar Jungjang akan dibongkar.

CIREBON – Kios Pasar Desa Jungjang, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, sore hari ini, Selasa (30/11/2021) akan dibongkar.

Dalam video yang diterima radarcirebon.com, pengumuman disampaikan aparat desa menggunakan pengeras suara keliling lokasi pasar.

“Diberitahukan kepada pedagang Pasar Jungjang, bahwa hari Selasa tanggal 30, November 2021 mulai pukul 15.00 atau jam 3 sore akan dilakukan pembongkaran Pasar Desa Jungjang,” kata aparat desa tersebut menyampaikan pengumuman.

Informasi yang diterima, pembongkaran ini ada kaitannya dengan akses masuk alat berat.

Kios yang berada di jalan masuk tersebut akan dibongkar, sehingga pembangunan dapat dilakukan.

Pengumuman ini, sempat berbuntut kericuhan. Pedagang menyesalkan tindakan sepihak untuk dilakukan pembongkaran.

“Orang ini bikin resah, gawa ning desa. Ning desa, aja sekarep dewek,” demikian kericuhan yang terekam dalam video lainnya.

Dikonfirmasi terkait polemik ini, Kuasa Hukum Pedagang Pasar Jungjang, Agus Prayoga SH mengungkapkan, kemungkinan lokasi yang akan dibongkar di pintu masuk alat berat.

“Kalau alat berat sudah masuk, ya berarti tidak menutup kemungkinan ini bakal dibongkar semua,” kata Agus, saat dihubungi, Selasa (30/11/2021).

Agus menegaskan, pedagang keberatan., karena sejak awal hingga kini belum ada sepakat harga dengan pengembang.

“Kalaupun diklaim ada kesepakatan, itu sepihak dari mereka mengumpulkan beberapa pedagang. Tetapi hamya settingan saja dan pedagang lain tidak tahu detilnya,” kata Agus.

Ditegaskan dia, pedagang akan mencegah pembongkaran. Selain belum sepakat dengan harga, banyak pedagang asli belum dapat kios darurat.

Pihaknya juga mempertanyakan pendataan pedagang yang dilakukan. Berdasarkan himpunan pedagang terdapat sekitar 600 orang. Tetapi dalam pertemuan disebut jumlahnya 800.

“Ini ada dugaan manipulasi data. Kami kesannya dipaksa menyerahkan,” ungkap dia.

Tidak hanya itu, pihaknya juga telah melaporkan dugaan pungli booking fee ke Polresta Cirebon.

Sayangnya, hingga saat ini belum ada perkembangan terkait dengan laporan itu. (rdh)

Baca juga: