Siswa SDN Cangkol Kompleks Ikut Sosialiasi Psikososial Mitigasi Bencana

oleh -12 views
PENCEGAHAN: Siswa-siswi SDN Cangkol Kompleks mengikuti sosialiasi psikososial mitigasi bencana yang terdiri dari edukasi mitigasi bencana, hingga penanganan traumatik dampak bencana. FOTO: ABDULLAH/RADAR CIREBON

CIREBON– Tim Kemendikbud Ristek RI bersama Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) melaksanakan sosialisasi psikososial mitigasi bencana. Terdiri dari edukasi mitigasi bencana, hingga penanganan traumatik dampak bencana.

Kepala SDN 1 Cangkol Iyon Maryono MPdI mengatakan, selama beberapa hari ini, pihaknya yang terdiri dari SDN 1 Cangkol, SDN 2 Cangkol dan SDN 3 Cangkol mengikuti sosialisasi tersebut kemarin. Siswa-siswi mengikuti tata cara penanganan traumatik dampak bencana, dan sebelumnya mengikuti edukasi mitigasi bencana.

Acara tersebut dimulai Kamis (25/11) hingga Senin (29/11). Pada acara pembukaan, digelar upacara bersama memperingati Hari Guru Nasional dan PGRI. Kemudian edukasi dan mitigasi bencana serta deklarasi sekolah sehat ramah anak berbasis lingkungan dan bebas narkoba (Bersinar). “Ada sekitar 150 peserta dari ketiga sekolah,” ujarnya.

Saat sosialiasi, siswa-siswi antusias mengikuti kegiatan dengan bergembira, dan ceria. Pihaknya berharap, mudah-mudahan, sebagai warga sekolah, mampu mengurangi dan meminimalisir dampak psikososial. Karena, penanganan dampak bencana adalah yang diutamakan. Dipilihnya SDN Cangkol, kata Iyon, karena dianggap rawan bencana banjir, berada di pinggir pantai. Makanya, didampingi HNSI. “Program ini sebenarnya, total ada 10 SD yang menjadi sasaran,” tegasnya.

Untuk siswa-siswi, dilatih mitigasi bencana tentang Indonesia rawan bencana, masuk lingkaran cincin api dunia. Maka dari itu, siswa diberikan pemahaman bagaimana sikap dan perilaku ketika bencana itu datang. Bagaimana mengevaluasi keluarga saat terjadi bencana, bagaimana sikap ketika bencana itu datang. Termasuk penanganan traumatik. Karena, saat kejadian bencana apapun, yang menjadi korban utama dan pertama adalah dunia anak-anak. Lalu kesehatan, pendidikan menjadi terganggu. Untuk mengantisipasinya, maka dilakukan kegiatan ini.

Kepala SDN 2 Cangkol Nasuha SPd mengatakan, yang diikutkan siswa-siswinya ada 50, terdiri dari kelas IV, V dan VI. “Siswa semangat, mungkin karena bosan selama dua tahun belajar secara daring, dan sekarang tatap muka terbatas,” ujar Nasuha.

Begitu juga guru-guru SDN 2 Cangkol, mengucapkan terima kasih kaeena program ini untuk memotivasi siswa belajar di tengah bencana pandemi.

Kepala SDN 3 Cangkol Moch Achyani SPd menambahkan, kegiatan tersebut berharga karena baru ada di masa pandemi. Siswa bisa melaksanakan satu momen dan dapat menambah wawasan. “Program ini jangan obor blarak, tapi mesti berkelanjutan dan bisa diprogramkan,” pungkasnya. (abd/adv)