7 Makanan Aneh Tapi Kaya Gizi, Berani Coba?

oleh -33 views

APA makanan paling aneh yang pernah Anda makan selama ini? Yakin sudah cukup aneh untuk dimakan atau dikonsumsi? Pertanyaannya adalah, apakah makanan aneh itu benar-benar aman dan memiliki gizi yang dibutuhkan tubuh, atau malah sebaliknya?

Tapi ternyata memang ada sederet makanan aneh yang memiliki gizi tinggi, loh…

Dan itu ada di Indonesia. Bahkan masyarakat di sejumlah daerah sudah menjadikan deretan bahan ini untuk diolah menjadi makanan.

Hanya saja, lantaran tidak banyak yang mengolahnya, jenis makanan ini tidak cukup popular atau dikenal.

Tidak hanya itu, bahan utama makanan ini juga terbilang cukup aneh.

Jadi, untuk Anda yang ingin mencobanya, kudu mempersiapkan diri dan cukup tega untuk melahap dan memasukkan ke dalam mulut Anda.

Lalu, apa saja deretan makanan aneh tapi kaya gizi itu?

1. Sarang Lebah

Sarang lebah dibentuk dengan senyawa propolis. Ribuan tahun lalu, Propolis sudah digunakan sebagai obat untuk mencegah infeksi dan mempercepat penyembuhan luka.

Kini, propolis masih terus digunakan dan dimanfaatkan serta diambil manfaatnya yang kaya tapi sudah dalam kemasan yang jauh lebih modern serta bisa dikonsumsi dengan mudah.

Propolis dikonsumsi bersamaan dengan madu. Di dalamnya, memiliki kandungan antibakteri, antijamur, dan antiinflamasi.

Beberapa penelitian bahkan menemukan keterkaitan erat antara propolis dengan proses penyembuhan luka yang lebih cepat, mengatasi gejala herpes, dan mencegah kanker jenis tertentu.

2. Ubur-ubur

Tidak banyak masyarakat mengetahui bahwa tidak semua ubur-ubur beracun. Malah, ubur-ubur juga bisa diolah menjadi makanan.

Jika dibersihkan dan dipersiapkan dengan tepat, beberapa jenis ubur-ubur terbukti aman dari kontaminasi bakteri atau patogen lainnya.

Dikutip dari Healthline, 58 gram ubur-ubur kering mengandung 3 gram protein, 1 gram lemak, 45 pesen kebutuhan selenium harian, 10 persen kebutuhan kolin harian, dan 7 persen kebutuhan zat besi harian.

Ubur-ubur juga mengandung lemak tak jenuh sehingga sehat bagi tubuh.

Selain itu, jenis ubur-ubur tertentu juga mengandung polifenol, yakni agen antioksidan.

3. Teripang

Teripang memang bentuknya cukup aneh dan jauh dari kata menarik.

Akan tetapi, binatang yang hidup di dasar laut ini ternyata memiliki kandungan nutrisi yang cukup besar.

Mengutip dari Healthline, 112 gram teripang mengandung 14 gram protein, kurang dari 1 gram lemak, 8 persen kebutuhan vitamin A harian.

Juga 81 kebutuhan vitamin B2 harian, 22 persen kebutuhan vitamin B3 harian, 3 persnkebutuhan kalsium harian, dan 4 persen kebutuhan magnesium harian.

4. Belalang

Di Yogyakarta dan sekitarnya, belalang bukan hal yang aneh untuk dikonsumsi. Bahkan saat musim belalang yang menjadi hama pertanian ini, kerap dijajakan di pinggir jalan.

Warga Yogya kerap mengolah belalang dengan beragam cara sampai akhirnya bisa menjadi makanan yang gurih.

Asal tahu saja, belalang juga memiliki kandungan nutrisi yang banyak, loh.

Dilansir dari Time, 100 gram belalang mengandung protein sebanyak 20,6 gram, lemak 6,1 gram, dan karbohidrat 3,9 gram.

Nilai nutrisi ini tak berbeda jauh dari ayam panggang dengan takaran yang sama. Selain mudah diolah, rasanya juga lezat dan renyah.

Selain di Indonesia, makanan dengan berbahan belalang juga ditemukan menjadi jajanan pasar di sejumlah negara.

5. Kepompong Ulat Sutra

Kepompong ulat sutra ternyata bisa dijadikan bahan makanan, selain dijadikan bahan untuk membuat tenun kain sutra yang berharga cukup tinggi.

Bagi masyarakat Korea Selatan, kepompong ulat sutra bahkan menjadi salah satu jajanan yang cukup digemari.

Demikian juga di Cina, Jepang, Jepang dan Thailand.

Selain rasanya yang lezat, kepompong ulat sutra juga kaya akan protein, khususnya valine, methionine, dan phenylalanince.

Sebuah penelitian di Jepang pada 2010 mengungkap, kualitas protein yang terkandung dalam kepompong ulat sutra juga sesuai dengan ketentuan FAO/WHO/UNU.

Selain itu, kepompong ulat sutra juga mengandung lemak tidak jenuh yang menyehatkan tubuh.

6. Laron

Di Madiun, Jawa Timur, laron yang berdatangan pada saat malam hari menjelang musim hujan tiba, ditangkap untuk kemudian dikonsumsi menjadi makanan.

Kebanyakan, laron tersebut diolah untuk menjadi rempeyek, sayur atau sekadar disangrai.

Laron ternyata memiliki kandungan gizi cukup tinggi, dengan kandungan abu 6,42 persen, lemak 44,40 persen, protein 36 persen, chitin 5,09 persen, serta kandungan vitamin bermanfaat lainnya.

Laron juga bermanfaat untuk membuat tubuh menjadi lebih bergairah.

Selain itu, laron juga bisa mencegah kerontokan rambut dan meningkatkan kekebalan tubuh.

Tidak kalah penting, laron juga bisa mencegah masuknya virus atau bakteri jahat ke dalam tubuh.

7. Ulat Sagu

Di Indonesia timur, ulat sagu sudah menjadi jamak untuk dikonsumsi langsung atau diolah menjadi makanan lainnya.

Salah satu kandungan nutrisi yang paling menonjol dari ulat sagu adalah protein yang bisa mencapai 9,34 persen.

Selain itu, ulat sagu juga mengandung beberapa asam amino esensial, seperti asam aspartat 1,84 persen, asam glutamat 2,72 persen, tirosin 1,87 persen, lisin 1,97 persen, dan methionin 1,07 persen.

Meski belum ada penelitian, sejumlah jurnal menyebut ulat sagu memiliki sederet manfaat pengobatan.

Di antaranya malaria, menghambat stres oksidatif, menaikkan stamina sampai menurunkan berat badan. (ruh/pojoksatu)