Petilasan Putera Mahkota Kesultanan Cirebon di Ancaran Kabupaten Kuningan, Embah Buyut Gunung

oleh -6.329 views
makam-keramat-embah-buyut-gunung
Makam Keramat Embah Buyut Gunung di Ancaran, Kabupaten Kuningan. Foto: Mumuh Muhyidin/Radar Kuningan

KUNINGAN – Makam Keramat Embah Buyut Gunung di Desa Ancaran, Kabupaten Kuningan merupakan petilasan Putera Mahkota Kesultanan Cirebon, Pangeran Pasarean.

Lokasi petilasan ini berada di kompleks Pemakaman Sadilem Desa Ancaran, tak jauh dari jalan utama dan kerap didatangi peziarah dari luar kota.

Bintara Pembina Desa (Babinsa) Ancaran Kecamatan Kuningan, Pelda Edi Rosadi mengungkapkan, petilasan ini diketahui dari penelusuran beberapa pihak.

Ternyata, makam tersebut memiliki arti tersendiri bagi sejarah desa. Karenanya, dirinya memutuskan untuk membantu proses renovasi.

“Awalnya ada yang membedah bahwa ini petilasannya Pangeran Pasarean atau Putera Mahkota Kesultanan Cirebon,” tuturnya.

Petilasan ini dijaga oleh Syekh Maulana Muhammad Badruddin, yaitu murid kesayangan kedua Pangeran Pasarean.

Dijelaskan dia, Pangeran Pasarean nama aslinya Raden Muhammad Arifin, putra Kanjeng Sunan Gunung Djati dari Nyi Mas Tepasan Majapahit, istri keenam.

Berdasarkan sejarah, Pangeran Pasarean yang menjadi putera mahkota meninggal di usia 34 tahun.

Pangeran Pasarean lahir tahun 1518 masehi dan wafat tahun 1552 masehi saat pemberontakan Arya Penangsang mengambil alih kekuasaan Sunan Prawata sebagai Sultan Demak ke-4.

Terkait keberadaan petilasan tersebut di Kabupaten Kuningan, diungkapkan Pelda Edi, posisi tanah Buyut Gunung ini dimiliki oleh keluarga Almarhum Kiai Abdullah.

Berita berlanjut di halaman berikutnya…

Baca juga: