Selama Nataru, PPKM Level 3 Semua Daerah Batal, Ridwan Kamil: Jawa Barat Tetap Lakukan Pengetatan

oleh -65 views
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat menghadiri Rakor bersama Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jawa Barat, di Gedung Sate Kota Bandung, Selasa (7/12/2021). (Foto: Biro Adpim Jabar)
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat menghadiri Rakor bersama Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jawa Barat, di Gedung Sate Kota Bandung, Selasa (7/12/2021). (Foto: Biro Adpim Jabar)

BANDUNG – Pembatalan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di semua daerah dari Pemerintah Pusat, tidak mengurangi kewaspadaan di daerah untuk tetap menerapkan pengetatan di berbagai tempat menjelang atau saat Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Oleh sebab itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil tetap memberikan himbauan kepada masyarakat agar tetap waspada, sesuai dengan zona risiko penularan di daerahnya.

“Saya sampaikan, bahwa dengan tidak ada PPKM Level 3, tidak mengurangi rencana pengetatan dalam mengurangi potensi penyebaran Covid-19,” ucapnya dalam Rakor bersama Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jawa Barat, di Gedung Sate Kota Bandung, Selasa (7/12/2021).

Pemerintah Provinsi Jawa Barat,  akan menyisir pengetatan aktivitas di berbagai tempat dan fasilitas publik.

Apalagi, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Kapolda Jabar Irjen Pol Suntana berkomitmen akan melakukan pengecekan di malam pergantian tahun untuk memastikan perayaan Nataru di Jawa Barat tetap kondusif.

“Kami melarang perayaan pergantian tahun, secara publik dan massal di hotel di gedung-gedung di tempat outdoor, konvoi-konvoi itu dilarang dan Pak Kapolda beserta jajaran sudah berkomitmen untuk mengamankan kebijakan itu,” ujarnya.

Selain di tempat yang biasa didatangi masyarakat untuk merayakan Nataru. Gubernur pun meminta pihak kepolisian beserta unsur TNI untuk melakukan patroli di jalur lalu lintas yang sering dipadati wisatawan.

“Tetap ada pengetatan di jalur jalur lalu lintas kemudian juga transportasi,” sebutnya.

Pria yang biasa disapa Kang Emil ini meminta kepada masyarakat Jawa Barat, agar tetap berdiam di rumah saat merayakan pergantian malam tahun baru.

Ia berpesan agar menjadikan perayaan tahunan ini sebagai sarana berkontemplasi dalam menjalani berbagai aktivitas di tahun 2021. 

“Jadi saya imbau masyarakat tak usah banyak melakukan kegiatan di libur Nataru karena itu akan meningkatkan potensi kerumunan dan keramaian berlebihan,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Kapolda Jabar Irjen Pol Suntana mengungkapkan bahwa kegiatan penyekatan atau biasa disebut check point di berbagai titik akan tetap berlaku. Hal tersebut untuk meminimalisasi kerumunan di satu tempat.

“Kegiatan penyekatan atau check point tetap kita laksanakan untuk membatasi kerumunan di suatu tempat atau suatu jalur,” sebut Suntana.

Suntana menyebut penyekatan akan berlaku di gerbang Tol Cileunyi dan Tol Cikampek serta ruas jalanan protokol lainnya. Rencananya ada enam titik lokasi yang akan diberlakukan pembatasan.

“Seperti biasa kita akan melakukan penyekatan di wilayah Tol Cileunyi, dan Cikampek dan berbagai ruas jalan lain, ada lima sampai enam tempat yang akan disekat dengan tujuan membatasi mobilitas masyarakat. Kita harus pastikan masuk ke Jabar ini sudah harus vaksinasi dan standar prokes,” ungkapnya.

Walaupun PPKM Level 3 dibatalkan, Kapolda tetap mengimbau masyarakat Jabar agar tidak keluar rumah selama malam pergantian tahun. Terkait kegiatan konvoi pun, ia menekankan bahwa tidak akan diberi izin.

“Sesuai yang disampaikan Pak Gubernur masyarakat agar tidak pergi ke luar rumah dan nikmati Nataru dengan berkumpul bersama keluarga dirumah masing-masing, konvoi tidak boleh, konvoi perayaan tahun baru di tempat publik kita tidak akan berikan izin,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Pusat melalui Menteri Koordinator Maritim dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan telah menyampaikan bahwa PPKM level 3 batal diterapkan di seluruh Indonesia mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. (jun)

Baca juga: