Website Batik Buketan Diluncurkan

oleh -43 views
SALAM CANTING. Pihak Seni Rupa ITB, perangkat Desa Trusmi, Muspika, P3BC, dan tokoh masyarakat tengah salam canting sebagai tanda diresmikannya peluncuran website batik buketan Cirebon.FOTO:NUR VIA PAHLAWANITA/RADAR CIREBON

CIREBON- Motif batik buketan merupakan salah satu batik yang berkembang di Trusmi- Cirebon. Batik buketan berasal dari kata bouquet yang berarti rangkaian bunga. Sama seperti namanya, ciri dari batik ini terdapat pada ornamen bunga yang disusun seolah terikat sehingga tampak seperti buket.

Karena ke khasannya itu, Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung (ITB)meluncurkan webstite batik buketan. Staf Pengajar Prodi Seni Rupa ITB, Dr Ira Adriati Winarno MSn menuturkan, batik buketan merupakan salah satu pola batik yang memperlihatkan proses akulturasi budaya Jawa, Belanda dan Tionghoa. Batik buketan terus berkembang di pesisir utara jawa, termasuk kawasan Trusmi Cirebon

“Kreativitas pembatik trusmi mengantarkan batik buketan yang indah dengan perpaduan motif serta wara, untuk itu peluncuran website dan buku kecil tentang buketan menjadi jendela untuk mengenal, mencintai, mengedukasi, mengapreasiasi batik buketan Trusmi,”tutur Dr Ira saat meresmikan website batik buketan di Balai Desa Trusmi Kulon, Rabu (15/12).

Website batik buketan, lanjut Ira, untuk mengangkat budaya Indonesia khususnya batik Trusmi Cirebon, serta membangkitkan rasa cinta kepada tanah air. “Website batik buketan juga guna mendokumentasikan batik-batik kekhasan milik Cirebon sehingga bisa dikenal dunia. Para pengusaha dan pengrajin bisa mendokumentasikannya seperti musium batik untuk perkembangan sumber data batik,”katanya.

Pada kesempatan itu, Camat Plered Kabupaten Cirebon, Hardomo menyampaikan, pihaknya mengapreasi langkah ITB untuk terus memajukan batik Cirebon. Website batik buketan Cirebon tentu akan memberikan wawasan tentang batik.

“Diharapkan buku, website batik buketan ini dapat menjembatani keterbatasan informasi tentang batik tulis buketan di kalangan masyarakat luas. Melalui website tersebut masyarakat dapat mengenal, mengerti dan tertarik dengan dunia batik. Sehingga perekonomian batik akan terus tumbuh dan bangkit,”harap Hardomo.

Sementara, Ketua Paguyuban Perajin dan Pengusaha Batik Cirebon (P3BC) Heri Kismo Rusima menambahkan, website yang diluncurkan oleh fakultas seni ITB memiliki tujuan untuk mengedukasi, mengapreasi dan menumbuhkan ekonomi “Karena batik merupakan proses karya seni yang menggunakan malam panas, jadi tanpa malam panas itu bukan batik. Makanya kami senang adanya website ini sebagai fungsi edukasi ke masyarakat tentang dunia batik,”jelasnya.(via/opl).