Dampak Angin Puting Beliung, 6 Rumah Rusak di Desa Kertajaya Garut

oleh -28 views

GARUT – Dampak angin puting beliung yang melanda Desa Kertajaya, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut beberapa waktu lalu, setidaknya mengakibatkan 6 rumah rusak berat, 205 rusak ringan dan satu masjid, satu mushola dan satu madrasah rusak.

Kades Kertajaya didampingi Sekdes Wawan Setiawan, Kamis (30/12/21) menjelaskan, rumah yang rusak berat tertimpa pohon akibat puting beliung terjadi di Kampung Kondang, Nyalindung dan Babakan Rancabungur.

Di Kampung Babakan Rancabungur rumah yang rusak berat, diantaranya atap rumah tertimpa ratusan pohon bambu yang tumbang disapu angin puting beliung.

Kerugian material dampak sapuan puting beliung, masih dihitung. Ditaksir kerugian mencapai Rp 500 juta. Dan sebagian rumah yang rusak, sedang diperbaiki oleh pemiliknya.

Bantuan pun mulai berdatangan untuk korban puting beliung Kamis (30/12). Bantuan diantaranya datang dari Legiun Tandabe Indonesia yang diterima di kantor desa setempat.
Bantuan yang diterima dikumpulkan di gudang kantor desa, untuk disalurkan kepada korban yang membutuhkan.

Sekdes menjelaskan, bantuan yang dibutuhkan korban diantaranya bahan bangunan berupa genting, asbes, bata merah, hebek, besi beton, semen, paku, kayu dan uang untuk upah tukang bangunan.

Dilaporkan sebelumnya, di Kampung Babakan Rancabungur, Desa Kertajaya, rumah warga bernama Wawan (61) mengalami kerusakan di bagian atapnya karena ditimpa pohon bambu.

Warga pun gotong royong mengevakuasi ratusan pohon bambu yang menimpa rumah Wawan itu.

” Menyingkirkan ratusan pohon bambu yang menimpa rumah, dilakukan swadaya. Warga dibantu aparat dan kalangan pemuda dari KNPI, berhasil menyingkirkan ratusan pohon bambu,” kata Wawan, Selasa (28/12/21).(pap)

BACA JUGA:

·  Waspada! Selama 7 Hari, Covid-19 Sudah Menjangkit 6,5 Juta Orang

·  Raden Reza Pramudia Dikabarkan Mau Jumenengan Jadi Sultan Kasepuhan, Begini Tanggapan saat Dikonfirmasi

·  Keseruan Pelantikan Kuwu Kabupaten Cirebon, Panitia: Pak Jengkolnya Dicopot Dulu