Pemkab Cianjur Klaim Angka Stunting 2020-2021 Turun 4.774 Kasus

oleh -11 views

Cianjur – Pemerintah Kabupaten Cianjur, mengklaim angka stunting di Cianjur 2021  mengalami penurunan sebanyak 4.774 kasus dibanding 2020 dari jumlah 12.761 menjadi 7.987.

Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan, penurunan angka stunting merupakan hasil kerja keras tim Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang terus melakukan pengecekan dan pemeriksaan ke setiap kecamatan.

“Alhamdulillah berkat kerja keras kader posyandu dan juga instansi terkait, angka stunting di Kabupaten Cianjur terus menurun, dari angka 12.761 pada 2020 menjadi 7.987 di tahun 2021,” ujarnya, Kamis (13/1/2022).

Meski begitu Herman mengaku, masih banyak persoalan yang harus ditangani dalam menekan angka stunting di Cianjur selain faktor ekonomi karena pandemi, juga kesehatan para ibu hamil yang harus jadi prioritas utama kader Posyandu.

“Kita harus selesaikan bersama, disamping tetap waspada dengan Covid-19, juga peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di sekitar kita, dan juga kesehatan ibu hamil, bayi batita dan balita serta manula menjadi prioritas utama para kader posyandu,” ungkapnya.

Dia mengaku, sudah membuat agenda bersama dalam penanganan stunting di Cianjur sehingga tidak hanya mengandalkan dari dinas kesehatan.

“Kita sudah agendakan bersama mulai PKK, Dinkes, pihak kecamatan hingga desa. Jadi tidak mengandalkan Dinas Kesehatan saja semua harus terlibat. Itu cara efektif untuk menekan angka stunting,” pungkasnya. (MG1)

BACA JUGA:

·  Ustadz Yusuf Mansur Digugat 98 Triliun, Kerugian Imateriil Rp100 Miliar, Dianggap Telah Ingkar Janji Investasi

·  14 Kasus Omicron Jawa Barat, Termasuk Cirebon, Indramayu, Majalengka