Survei CIR : Sandiaga Sosok Capres Pilihan di Kalangan Perempuan

oleh -31 views
ijtima-ulama-sandiaga-uno
Sandiaga Salahudin Uno. Foto: Instagram

NAMA Sandiaga Salahuddin Uno masih menjadi favorit bagi kalangan perempuan dalam bursa pemilihan presiden dan wakil presiden. Berdasarkan survei Center for Indonesia Reform (CIR) dan Datasight Indonesia yang digelar pada 6 sampai 9 Januari 2021 terhadap 1200 responden di seluruh Indonesia, Sandiaga Uno menjadi salah satu kandidat calon presiden yang banyak dipilih oleh kalangan wanita.

“Pemilih perempuan memilih Sandiaga dan Ridwan Kamil. Ini jadi PR bagi partai politik,” kata Direktur Datasight Indonesia, Radhiatmoko dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (15/1).

Survei CIR dan Datasight Indonesia membagi survei berdasarkan beberapa kategori. Dari sisi partai, kalangan wanita cenderung memilih Partai Golkar. Sedangkan kalangan laki-laki lebih banyak memilik PDIP.

BACA JUGA:Habib Luthfi Mengundurkan Diri dari PBNU

Adapun untuk dukungan responden pada survei yang digelar 6 sampai 9 Januari 2022 ini secara umum menempatkan Prabowo Subianto menjadi capres dengan elektabilitas tertinggi mencapai 21,8 persen.

Menyusul Ganjar Pranowo dengan 21,5 persen, Anies Baswedan 17,7 persen, Sandiaga Uno 7,2 persen, Ridwan Kamil 6,8 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 3,3 persen, Puan Maharani 2,4 persen, Khofifah Indar Parawansa 2,4 persen, Eric Thohir 1,7 persen.

Sedangkan dukungan respoden untuk calon wakil presiden menempatkan Sandiaga Uno dengan elektabilitas 19,2 persen, Anies Baswedan 16,1 persen, Ridwan Kamil 9,1 persen, Ganjar Pranowo 7,0 persen, Khofifah Indar Parawansa 6,6 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 5,8 persen, Erick Thohir 5,3 persen, Puan Maharani 4,1 persen.

Survei tersebut juga memberikan hasil soal kecenderungan pilihan kandidat capres di kelompok lain. Misalnya, kelompok oposisi lebih memilih Agus Harimurti Yudhoyono.

Sementara untuk kelompok milenial lebih memilih Ganjar Pranowo dibandingkan Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.

“Anies ini banyak dipilih sebagai alternatif oleh oposisi,” tandas Radhiatmoko.(rmol)