Tidak Menjaga Etika di Keraton, Siap-Siap Bertemu Jin Hulubalang

oleh -300 views
jin-hulubalang-keraton-cirebon
Ilustrasi

CIREBON – Keraton merupakan tempat tinggal para raja, lingkungan para pemilik gelar kebangsawanan, tidak menjaga etika di keraton, siap-siap kena batunya.

Tulisan ini, menceritakan kenangan teman penulis, ketika masih sekolah dasar, umumnya anak-anak, tidak jauh dari kenakalan, diganggu jin hulubalang sempat juga dialami.

Baca Juga!

Hulubalang adalah prajurit perang zaman kerajaan. Di era sekarang, bisa disebut pasukan perang.

Kami tumbuh besar di lingkungan yang berdekatan dengan salah satu keraton di Cirebon. Rumah kami persis di samping sebuah pasar yang sekarang sudah berubah.

Waktu itu, usia kami sekitar 10 tahun. Kami semua selalu memilih lingkungan keraton sebagai tempat kami bermain.

Maklum Cirebon terkenal dengan hawa hangatnya, membuat kami mencari tempat bermain yang banyak pohon rindang.

Dipilihlah keraton yang memiliki banyak pohon, kami bisa seharian menghabiskan waktu bermain di sana.

Dulu, lingkungan keraton masih bisa digunakan untuk bermain anak-anak dari luar lingkungan keraton. Dan siapa saja boleh masuk asalkan menjaga etika.

Kami yang waktu itu lagi masa-masanya bermain, selalu menghabiskan waktu di area keraton.

Namanya anak-anak, kadang kami lupa sopan santun dan kebablasan larut dalam serunya permainan.

Kejar-kejaran, petak umpet dan gobak sodor menjadi permainan favorit kami. Didukung halaman keraton yang luas menjadikan kami lupa waktu.

Baca Juga!

Menjelang magrib, adalah waktu di mana anak-anak yang lain berkumpul. Mengaji adalah rutinitas kami setiap usai shalat magrib.

Suatu ketika, kami bersama teman yang bernama Abdul Fatah memutuskan bermain kejar-kejaran di lingkungan keraton.

Seru sekali, hingga kami lupa kalau berada di lingkungan keraton yang harus menjaga etika.

Ketika kami kejar-kejaran melewati salah satu pintu di sana, teman kami yang lain berhasil melewati pintu tersebut.

Tetapi Abdul bernasib sial, ketika berlari akan melewati pintu tersebut, pintu seketika menutup.

Brakkk…Abdul menabrak pintu tersebut. Dalam pikirannya, salah satu teman kami berbuat jahil dengan menutup pintu dari arah sebaliknya.