Permintaan Banyak, Jaringan Minimarket Ini Batasi Penjualan Minyak Goreng: Kita Lakukan Pemerataan Pembelian

oleh -85 views
Persediaan minyak goreng disejumlah minimarket sudah menipis, karena banyak orang yang memborongnya sejak pemerintah menetapkan HET minyak goreng sebesar Rp 14.000 per liter. (Foto: Jerrel/Radar Cirebon)
Persediaan minyak goreng disejumlah minimarket sudah menipis, karena banyak orang yang memborongnya sejak pemerintah menetapkan HET minyak goreng sebesar Rp 14.000 per liter. (Foto: Jerrel/Radar Cirebon)

CIREBON – Pemerintah Pusat mulai memberlakukan peraturan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk minyak goreng sebesar Rp14.000 di semua toko retail dibawah jaringan Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (APRINDO) per Rabu (19/1/2022).

Namun, satu hari selepas diberlakukannya hal tersebut, ternyata antusiasme di masyarakat sangatlah tinggi.

Pasalnya, berdasarkan pengamatan Radar Cirebon di beberapa lokasi, khususnya minimarket mengalami kekosongan stok untuk waktu sementara akibat membludaknya kenginan membeli.

Hal itu dibenarkan oleh Deputi Branch Manajer Operasional Indomaret Cabang Cirebon, Untung Waluyo. Untung menjelaskan, di toko yang ada sempat mengalami kekurangan stok sementara. Namun, pihaknya kembali melakukan supply pada hari berikutnya.

“Sempat kosong. Tapi di Gudang kita stoknya cukup. Ada 500 ribu liter yang kita punya. Kita keluarkan mengikuti kemampuan toko, ada yang 4-5 karton per harinya. Ada 1, 2 dan 5 liter” ungkap Untung. 

Selain itu, pihaknya juga melakukan pembatasan, mulanya 1 orang maksimal membeli 2 pcs. Namun dikurangi menjadi maksimal 1 pcs karena kondisi stok yang habis. “Kita coba lakukan pemerataan pembelian,” tambahnya.

Senada diungkapkan oleh, Area Supervisor Indomaret Wilayah Kota Cirebon, Ahmad Tohir mengatakan di areanya hampir stok minyak habis.

Terlebih, warga sekitar sangat antusias membeli minyak murah di minimarket terdekat, khususnya di perbatasan Kota Cirebon.

“Kita utamakan user dan lakukan pembatasan. Stok sudah kosong, nanti kita order. Kalau habis, program minta pengiriman dan biasanya besoknya sudah ada,” jelas Ahmad.

Ahmad juga menjelaskan, para pembeli yang ada juga memanfaatkan harga minyak goreng yang murah untuk mengurangi beban rumah tangga. “Minyak goreng ada peningkatan penjualan,” pungkasnya. (jrl)

Baca juga: