Ahli Hukum Tata Negara Setuju Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara Berlatar Belakang Arsitek dan Kepala Daerah

oleh -77 views
Ahli Hukum Tata Negara, Prof DR Sugianto MH
Ahli Hukum Tata Negara, Prof DR Sugianto MH

CIREBON – Seiring dengan pengesahan Undang-Undang Ibu Kota Negara yang telah disahkan beberapa waktu lalu, wacana soal sosok yang cocok menjadi kepala Badan Otorita IKN pun mencuat.

Presiden Joko Widodo bahkan telah mengungkap kriteria calon pemimpin IKN yang bernama Nusantara tersebut.

Sebelumnya, Presiden Jokowi dalam pertemuan dengan Pemimpin Redaksi Media Nasional di Istana Negara membocorkan bahwa kriteria calon Kepala Otorita IKN, yakni yang memiliki latar belakang arsitek dan memiliki pengalaman sebagai kepala daerah.

“Kalau saya pinginnya ada latar belakang arsitektur dan punya pengalaman sebagai kepala daerah,” kata Jokowi.

Banyak pihak yang menilai, kalau kriteria memprediksi bahwa sosok yang diinginkan Jokowi tersebut mengarah ke sosok Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Ahli Hukum Tata Negara, Prof DR Sugianto MH mengaku setuju dengan kriteria yang diungkapkan oleh Presiden Joko Widodo.

Kepala otorita IKN harus berasal dari sosok yang berasal dari latar belakang profesional dan mengetahui bagaimana membangun sebuah kota.

“Memang seharusnya yang menjadi kepala Badan Otorita IKN itu adalah tokoh yang berlatar Profesional Arsitek, ” ungkapnya kepada Radar Cirebon. Jumat (21/1/2022).

Menurut Guru Besar IAIN Syekh Nurjati Cirebon tersebut, menjadi Kepala Otorita IKN harus orang yang memahami arsitektur perkotaan, desain kota.

Terlebih dengan eksisting yang ada, dimana kawasan Ibu Kota Negara yang sebagian besar masih belum hutan belantara, maka profesional arsitek dinilainya sebagai sosok yang paling cocok menjadi pemimpin IKN Nusantara.

Sebab, kelak Pemimpin IKN juga akan bertanggung jawab untuk melakukan pembangunan berkelanjutan demi terwujudnya ibu kota negara yang menjadi motor pembangunan bangsa Indonesia.

“Dengan kondisi seperti itu, belum saatnya profesional hukum atau profesional ekonomi atau profesional lainya untuk memimpin Ibu Kota yang baru dibangun, ” tegasnya.

Selain itu, pemimpin IKN juga harus memiliki pengalaman di bidang pemerintahan dan birokrasi. “Tanpa menyebut nama, seeprtinya sudah jelas, tokoh yang dimaksud (Presiden Jokowi) itu siapa, ” ungkapnya merujuk pada Ridwan Kamil. (awr)

Baca juga: