WHO: Penggunaan Vaksin Pfizer untuk Anak Usia 6-11 Tahun Hanya 10 Mikrogram

oleh -26 views

Namun, penggunaan vaksin Pfizer/BioNTech yang disarankan adalah dengan dosis rendah.  SAGE mengimbau, penggunaannya hanya 10 mikrogram, bukan 30 mikrogram seperti kepada warga usia di atas 12 tahun.

“Kelompok usia ini (anak-anak) menjadi prioritas paling belakang dalam penggunaan vaksin, kecuali anak-anak yang memiliki riwayat penyakit bawaan,” kata pimpinan SAGE Alejandro Cravioto, dikutip dari Antara, Sabtu, 22 Januari 2022.

Menurut Cravioto, penggunaan Pfizer saat ini difokuskan untuk warga usia 12 tahun ke atas. 

Padahal, merek vaksin tersebut bisa digunakan untuk anak dengan mengurangi dosisnya.

Di sisi lain, Cravioto juga mengimbau skema vaksinasi booster yang tepat bagi warga. 

BACA JUGA:Kapolres Cirebon Kota Targetkan Vaksinasi Anak Dosis 1, Besok bisa 100 Persen

Dia menyebut booster paling pas diberikan setelah 4-6 bulan dosis kedua kepada kelompok paling prioritas, seperti warga lanjut usia dan petugas medis.

Seiring dengan pelaksanaan program vaksin booster untuk masyarakat Indonesia, BPOM secara bertahap melakukan proses evaluasi penggunaan booster vaksin sesuai dengan pengajuan dan ketersediaan data uji klinik yang mendukung pengajuan booster tersebut. 

“Badan POM kembali mengeluarkan penggunaan untuk 2 (dua) regimen booster heterolog pada vaksin Covid-19, yaitu vaksin Pfizer dosis setengah (half dose) untuk vaksin primer Sinovac atau AstraZeneca, serta vaksin AstraZeneca dosis setengah untuk vaksin primer Sinovac atau dosis penuh (full dose) untuk vaksin primer Pfizer (full booster dose),” kata Kepala BPOM, Penny K Lukito.

BACA JUGA:Berikut Jadwal MotoGP 2022, Siap-siap Nonton…

Booster vaksin Pfizer Pada vaksin Pfizer sebagai booster heterolog, pemberiannya adalah setengah dosis (half dose) untuk vaksin primer merek Sinovac atau AstraZeneca. 

Saat ini diketahui hasil imunogenisitas vaksin Pfizer untuk booster heterolog ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan antibodi yang tinggi pada 6-9 bulan atau 31-38 kali setelah pemberian dosis primer lengkap. 

Di sisi lain, peningkatan antibodi setelah 6 bulan vaksinasi primer lengkap vaksin SInovac menghasilkan peningkatan antibodi IgG terhadap S-RBD yang tinggi yakni 105,7 kali dibandingkan sebelum diberikan dosis booster. 

Untuk diketahui, IgG adalah antibodi G yang paling banyak ditemukan dalam darah dan cairan tubuh lainnya, yang berfungsi melindungi tubuh dari infeksi dengan cara “mengingat” kuman yang telah dihadapi sebelumnya. 

“Jika kuman tersebut kembali, sistem kekebalan tubuh ini akan menyerang mereka,” pungkasnya.(fin)