Rupiah Ditutup Flat, Investor Masih Menunggu Kepastian Kenaikan Suku Bunga The Fed

oleh -23 views

KURS rupiah terhadap dollar AS pada Senin 24 Januari 2022 berakhir flat. Investor cenderung bersikap menunggu keputusan kebijakan moneter terbaru Federal Reserve (The Fed). Mengutip data Bloomberg pukul 15.00 WIB, kurs rupiah akhirnya ditutup pada level Rp14.335 per dolar AS.

Posisi tersebut menunjukkan posisi sama persis (flat) apabila dibandingkan dengan posisi penutupan pasar spot pada Jumat sore 21 Januari 20922 di level Rp14.335 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI) atau Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di level Rp14.327 per dolar AS sore ini. Angkanya menguat dari posisi Jumat pekan lalu yang sebesar Rp14.347 per dolar AS.

BACA JUGA:Jualan Bakso Ayam Tiren Sejak 2015, Segini Keuntungan yang Didapat MHS dan AHR

Direktur PT. TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi kurs rupiah flat karena investor bersikap menunggu keputusan kebijakan moneter terbaru The Fed.

“Sementara kekhawatiran atas inflasi dan ketegangan geopolitik di Eropa Timur meningkatkan daya tarik terhadap safe-haven logam kuning (emas),” kata Ibrahim dalam keterangan hasil risetnya, Senin sore.

The Fed akan menurunkan keputusan kebijakannya pada hari Rabu 26 Januari 2022. Secara umum The Fed diperkirakan akan memperketat kebijakan moneter pada kecepatan yang lebih cepat dari yang diharapkan untuk mengekang inflasi AS yang terus tinggi. 

BACA JUGA:Marah kepada Edy Mulyadi, Warga Dayak Potong Babi di Jalan

“Ancaman inflasi sekarang dipandang sebagai ancaman terbesar bagi ekonomi AS pada tahun 2022 menurut jajak pendapat Reuters,” ungkap Ibrahim.

Selain itu, ketegangan antara AS dan Rusia atas Ukraina berlanjut, dengan AS pada Minggu memerintahkan kepergian anggota keluarga staf yang memenuhi syarat dari kedutaan besarnya di Ukraina. Ia juga mendesak semua warganya untuk meninggalkan negara itu karena risiko konflik bersenjata meningkat.

Dari dalam negeri, kondisi perekonomian Indonesia pada tahun 2022 diprediksi semakin membaik dan menjadi momentum pemulihan ekonomi nasional.

Hal ini menjadi sentimen positif yang menahan efek sentimen negatif dari faktor eksternal. Inilah yang membuat kurs rupiah berakhir flat hari ini.

“Tetapi adanya kenaikan kasus COVID-19 akibat varian Omicron di Indonesia akan membuat pemerintah lebih meningkatkan kewaspadaan. Kenaikan kasus COVID-19 di awal tahun turut mengancam kegiatan ekonomi pada tahun 2022. Kalau memang Omicron terus menyebar dan menggana, maka akan berpengaruh terhadap kinerja ekonomi di seluruh dunia dan akan berdampak terhadap ekonomi Indonesia,” pungkas Ibrahim.(fin)