Petani Holtikultura Di Pacet Cianjur Keluhkan Harga Bibit Mahal Giliran Panen Anjlok

oleh -42 views
Mobil pengangkut sayuran di Pasirkampung, Desa Sukatani Kecamatan Pacet

CIANJUR – Nasib petani holtikultura di wilayah Desa Sukatani Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur mengeluhkan harga bibit mahal. Selain itu, harga jual sayuran saat ini kembali menurun.

Akah (37) petani sayuran asal Gunung putri Desa Sukatani, Kecamatan Pacet mengatakan, harga sayuran saat ini kembali anjlok bahkan cenderung hampir tak laku dijual. 

BACA JUGA:Bupati Cirebon Menangis, Dengar Kisah Ayah Curi HP karena Anak Sakit Masuk ICU

“Kurang lebih hampir satu minggu kondisi harga sayuran di petani mulai lusuh,” kata Akah, Selasa (25/1/2022). Akah mengatakan, sayuran yang siap panen saat ini terdiri dari wangsih, pakcoy, sesin, dan kol. 

“Sebelumnya harga wangsih kisaran Rp25 ribu hingga 40 ribu per kg. Namun sekarang hampir tak laku, pakcoy sekarang harganya Rp1 ribu per kg, sesin Rp500 per kg, untuk kol sendiri Rp800 per kg,” ungkapnya. 

BACA JUGA: Covid-19 Mampir Lagi ke Kota Cirebon, Ada Satu Keluarga 5 Orang dari Harjamukti Dirawat

Petani lainnya Nanang (35) yang juga sopir angkutan sayur ke pasar Induk di Jakarta mengatakan, semua jenis sayuran di pasar harganya memang lagi lusuh. “Untuk wortel saja sekarang ini di pasarnya di Jakarta cuma Rp2500 per kg, jenis sayuran lainnya pun sama pada lusuh,” katanya. 

Selain itu lanjut Nanang, harga bibit, pestisida pun sekarang merangkak naik, tentunya menyulitkan para petani kecil. “Selain harga bibit mulai mahal, sekarang giliran panen harga sayuran malah anjlok. Jadi, boro-boro ada untung kembali modal pun sudah alhamdulillah,” jelasnya.(yis).