PLN UIP JBT Fokus Wujudkan Visi melalui Sistem Manajemen Terintegrasi

oleh -37 views
TERINTERGRASI: Bulan K3 Nasional, PLN UIP JBT fokus wujudkan visi melalui sistem manajemen terintegrasi. FOTO: ISTIMEWA/RADAR CIREBON

CIREBON- Dalam rangka Bulan K3 Nasional yang jatuh pada tanggal 12 Januari-12 Februari, sejumlah program disiapkan PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (PLN UIP JBT) untuk meningkatkan kepedulian serta kesiapan implementasi K3.

Mengusung sub tema yaitu “Penguatan Budaya K3 pada Setiap Proses Bisnis Kelistrikan untuk Mewujudkan Zero Accident di Era Digitalisasi” setidaknya terdapat tiga sifat kegiatan yang disiapkan. Pertama adalah kegiatan yang bersifat strategis, kedua bersifat promotif, dan yang ketiga bersifat implementatif.

BACA JUGA:Ciri-ciri Siswa Bawa Senjata Tajam di Depok Mirip dengan di Klangenan, Perhatikan!

Pada kegiatan yang bersifat strategis, PLN UIP JBT menyiapkan kegiatan apel bendera Bulan K3 yang akan dilaksanakan secara daring serta pencanangan komitmen pencapaian zero accident oleh manajemen, pegawai dan mitra kerja.

Sedangkan untuk kegiatan yang bersifat promotif, disiapkan beberapa kegiatan seperti sosialiasi dan edukasi tentang keselamatan kerja kepada pegawai, mitra kerja dan masyarakat umum. Kemudian untuk kegiatan yang bersifat implementatif akan dilaksanakan simulasi tanggap darurat dan penanggulangan bencana baik di unit induk atau unit pelaksananya. Pelaksanaan kegiatan ini nantinya juga akan bekerjasama dengan Badan Penanggulanagn Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Octavianus Duha sebagai General Manager PLN UIP JBT menyampaikan bahwa zero accident telah menjadi komitmen dan kebijakan PLN UIP JBT yang dituangkan dalam Sistem Manajemen Terintegrasi (SMT).

Saat ini PLN UIP JBT telah melaksanakan sertifikasi SMT yang mengintegrasikan tiga sistem manajemen yaitu Sistem Manajemen Mutu (SNI ISO 9001:2015), Sistem Manajemen Lingkungan (ISO 14001:2015) dan Sistem Manajemen K3 (ISO 45001:2018 dan PP 50:2012). Terintegrasinya ketiga sistem manajemen ini diharapkan dapat mewujudkan visinya yaitu menjadi unit induk pengelola dan pengendali konstruksi infrastruktur ketenagalistrikan yang professional, unggul dan terpercaya dalam menyelesaikan pembangunan Pembangkit, Transmisi dan Gardu Induk.

BACA JUGA:Perbudakan Bupati Langkat, Karyawan Sawit Ditempatkan Dalam Kerangkeng Mirip Penjara

“Pelaksanaan K3 ini harus menjadi bagian dari budaya kerja kita sehingga tanggung jawabnya harus diemban bersama baik oleh manajemen, pegawai dan juga mitra kerja kami,” ungkap Octavianus.

“Setiap pihak berkewajiban untuk berperan aktif sesuai fungsi dan kewenangannya sehingga dapat mencegah terjadinya kecelakaan ataupun penyakit akibat dari pekerjaan. Inovasi juga diharapkan dapat terus berkembang mengikuti dinamika perubahan yang ada,” sambung Octavianus.

Tantangan dalam pencapaian target terus dihadapi oleh PLN UIP JBT khususnya pada masa pandemi ini. Pada tahun 2021 kemarin, PLN UIP JBT berhasil menekan laju penyebaran Covid-19 dengan Positivity Rate Covid-19 sebesar 2,7%. Angka tersebut masih di bawah batas yang ditargetkan yaitu 4%.

Selain itu juga, terkait dengan program vaksinasi Covid-19 yang menjadi program pemerintah, PLN UIP JBT telah berhasil melaksanakan vaksin lengkap kepada seluruh pegawai dan juga tenaga alih dayanya. Sementara itu, terkait vaksin tambahan (booster) juga diharapkan dapat dilaksanakan untuk seluruh pegawai dan tenaga alih dayanya pada tahun 2022 ini.

Guna meningkatan kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19 dilakukan juga berbagai upaya preventif lainnya seperti peningkatan kewaspadaan dan kedisiplinan menjalankan protocol kesehatan 3T (test, tracing dan treatment) serta 5M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas).

Kemudian pengaturan skema kerja work from home (WFH) dan work from office (WFO), pengaturan dan pembatasan perjalanan dinas/non dinas, pengaturan pembatasan kunjungan tamu, pembatasan kegiatan dengan eksternal, serta penyemprotan disinfektan di lingkungan kantor.

“Sangat penting bagi kita untuk menerapkan K3. Itu diperlukan karena menyangkut keselamatan jiwa manusia khususnya di tempat kerja. Upaya dan inovasi akan terus kami lakukan atau tingkatkan untuk mendorong pelaksanaan K3 di tempat kerja,” ujar Octavianus.

“Harapan kami adalah meningkatnya kesadaran setiap pekerja tentang pentingnya ini sehingga K3 otomatis akan menjadi budaya kerja dalam diri pekerja,” pungkasnya. (via/opl)