Reuni Emas 50 Tahun SMAN 2 Cirebon

oleh -374 views

CIREBON – Alumni SMAN 2 (SMANDA) tahun 1972 menggelar reuni emas 50 tahun, acara berlangsung Sabtu-Minggu (21-22/5) di Lawang Abang.

Ketua Alumni SMANDA, Ir H Watid Sahriar MBA mengaku bahagia, bahkan dirinya 5 hari terakhir merasa bahagia karena diajak jalan-jalan ke pantai selatan.

Acara hari ini (kemarin), kata Watid, kita reuni emas 50 tahun, dan teman teman masih sehat dan semangat. Menuurt Watid semangat itu modal kita untuk tetap sehat dan berkumpul. Karenanya dirinya mengajak teman temannya untuk bersama sama membangun silaturahmi ini, bahkan dirinya mengusulkan setiap tahun mesti berkumpul, tempatnya bisa pindah pindah, bisa di Bandung, Jakarta hingga di Kudus, tujuannya Supaya tidak jenuh kita bisa gesar geser tempat.

“Terima kasih Soenoto memfasilitasi tempat,” kata Watid.

Watid menjelaskan dirinya Dulu pernah mengusulkan kenclengan untuk kit,a dari kira dan oleh kita, dan itu memang perlu kita lakukan. Karenanya dirinya berharap Semoga reuni emas ini bisa lebih membahagiakan kita. Usia kita ini kebahagiaan menjadi kebutuhan kita.

Ketua panitia Ir Soenoto, mengaku dirinya, watid dan lainnya sering berbicara di forum resmi seminar dan lain lain, akan tetapi baru kali ini megang Mic didepan banyak orang dan itu teman sekolah SMA.

Reuni emas ini, kata Soenoto, tidak hanya reuni emas yang sifatnya fisikli, tapi persatuan baik secara lahir dan batin, dan saat berdoa mendoakan guru guru kita dan teman teman yang sudah menghadap Allah SWT.

Soenoto menjelaskan, Mungkin diantaranya kita tidak ngeh, arti 50 tahun itu 428 ribu jam 1,6 miliar detik. Dan Jantung kita sudah 1,6 miliar detik. Dan ini anugrah dari Allah SWT kepada kita semua. Dirinya sengaja membaca surat Attin yang terdiri 8 ayat, maknanya Allah menciptakan manusia ingin disaksikan buah tin dan buat zaitun. dan menciptakan manusia sebagai mahluk sempurna, yang lainnya (mahluk) dibawah manusia. Karenanya kalau ada yang menyembah jabatan dan uang berarti menyinggung Allah karena desainnya dirusak.

“Terima kasih guru guru kita,” ucapnya.

Soeoto juga mengajak teman temannya untuk senantiasa merendahkan hati untuk memberikan sesuatu. ketika kita menerima sedikit anggap saja penerimaan kita itu banyak. Biasakan setip hari sedekah, semua hari bagus untuk sedekah.

“Tidak ada rajin sedekat membuat kita miskin, ketika kita punya lebih dan di Translate menjadi jariah maka itulah manfaatnya bagi kita. Dan 50 tahun ini harus menjadi wujud rekatnya persaudaraan,” pungkasnya.

Hadir di acara itu beberea tokoh mulai dari anggota DPRD Kota Cirebon Watid Sahriar, pengusaha sekaligus Owner Mountoya Soenoto, pengusaha migas H Syafii, politisi senior Tatang Rustana. (abd)