DPPKP Kumpulkan Panitia Kurban se-Kota Cirebon

oleh -15 views
UMPULKAN. Panitia Kurban se-Kota Cirebon dikumpulkan untuk mengikuti sosialisasi hewan kurban ditengah wabah penyakit Mulut dan Kuku (PMK) bekerjasama dengan Bank Indonesia dan DPPKP Kota Cirebon, kamis (23/6)

CIREBON-Menjelang Lebaran Idul Adha 9 Juli mendatang, Dinas Pangan Pertanian Kelautan Perikanan (DPPKP), Kamis (23/6) mengumpulkan panitia Kurban melalui Sosialisasi pelaksanaan qurban ditengah situasi wabah penyakit mulut dan kuku kota Cirebon, di Hotel Santika. DPPKP menggandeng Bank Indonesia melakukan sosialisasi.

Kepala DPPKP Kota Cirebon, Ir Hj Yati Rohayati MM menjelaskan acara ini sebenarnya mengundang panitia kurban se-kota Cirebon khususnya panitia qurban di masjid-masjid, sekolah-sekolah, tentang pelaksanaan kurban ditengah wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan sapi.

Karenanya, pada sosialisasi ini, kata Yati, kami mengundang Majelis Ulama Indonesia trentang tata cara kurban berdasarkan syariat Islam. Dengan demikian, panitia kurban memiliki pemahaman secara baik tentang tata cara memperlakukan hewan kurban.

Upaya yang kami lakukan selama ini, kata Yati, Ternaknya secara rutin kami periksa, kalau sehat kami stempel sehat . Rencananya tim dari DPPKP akan turun ke lapangan mengecek konddisi hewan kurban pada H-7 menjelang lebaran idl adha.

BACA JUGA:

“kami akan terjun ke lapangan H-7,”ujarnya.

Pihaknya juga membeberkan, saat ini sapi di Kota Cirebon Terindikasi 63 klinis terinfeksi PMK, tapi 53 proses penyembuhan, sapi yang secara klinis terinfeksi PMK ini diberikan vitamin, penyemprotan desinfektan. Hewan yang terindikasi klini terinfeksi PMK tersebar di Kecamatan Harjamukti 50 ekor, Kecamatan Lemahwungkuk 3 ekor dan Kecamatan Kesambi 10 .

Kepala BI perwakilan Cirebon, Hestu Wibowo, menjelaskan kehadiran BI dalam sosialisasi hewan kurban ini lebih kepada aspek inflasi, dirinya menilai penting karena ini menjelang Idul Adha, sedangkan kebutuhan hewan kurban meningkat.

“ BI menilai ini bagian dari pengendalian inflasi. Menjelang Idul Adha kebutuhan masyarakat terhadap hewan ternak meningkat sehingga perlu sosialisasi,” kata Hestu Wibowo.

Berita berlanjut di halaman berikutnya…

BACA JUGA: