26 Desember, Bakal Terjadi Gerhana Matahari Cincin (GMC)

Fase gerhana bulan sebagian dengan titik pantau kawasan Gunungsari, Kota Cirebon mulai pukul 03.00 hingga 04.30 WIB, Rabu (17/9) lalu. FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON
Fase gerhana bulan sebagian dengan titik pantau kawasan Gunungsari, Kota Cirebon mulai pukul 03.00 hingga 04.30 WIB, Rabu (17/9) lalu.FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

CIREBON–Penggemar astronomi tidak akan melewatkan momen gerhana bulan sebagian, yang dapat dilihat dari sejumlah wilayah di tanah air. Tidak terkecuali di Kota Cirebon. Peristiwa terhalangnya sinar matahari oleh bulan tersebut, selalu menarik diabadikan.

Gerhana Bulan Sebagian (GBS), Kamis (17/7) adalah satu dari dua gerhana di tahun ini. Diprediksi, fenomena alam akibat rotasi bumi ini, masih akan terjadi satu kali lagi. Yakni Gerhana Matahari Cincin (GMC) pada 26 Desember nanti.

Dari pantauan Radar Cirebon, secara umum durasi  gerhana  dari  fase  mulai hingga berakhir adalah 5 jam 37,4 menit. Adapun dari fase gerhana sebagian mulai hingga gerhana sebagian berakhir  berlangsung selama 2 jam 58,8menit.

Berdasarkan rilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gerhana bulan sebagian ini merupakan anggota ke 21 dari 75 anggota pada seri Saros 139. Gerhana bulan sebelumnya yang berasosiasi dengan gerhana ini adalah Gerhana Bulan Sebagian 5 Juli 2001. Adapun gerhana bulan yang akan datang yang berasosiasi dengan gerhana  bulan  ini  adalah  gerhana  bulan sebagian 27 Juli 2037.

Saat gerhana terjadi, suasana di sejumlah masjid mendadak mirip lebaran. Gema takbir dikumandangkan untuk mengundang masyarakat datang dan melaksanakan salat sunah gerhana atau Khusuf Al Qomar.

DKM At Taqwa juga mengirimkan undangan melalui media sosial sehari sebelumnya. Sejak pukul 02.00 WIB, warga sudah berdatangan. Sebelum salat khusuf dimulai, mereka memanfaatkanya untuk melakukan salat sunnah lain seperti takhiyatul masjid dan juga tahajud. Setelah itu melantunkan dzikir dan sebagainya.

Salat Khusuf sendiri baru dimulai pada pukul 03.00 WIB. Bertindak sebagai imam adalah Ustadz H Fathurrohman al Hafidz. Sementara itu, Sekertaris MUI Kota Cirebon KH Jaelani Said dipercayakan untuk menyampaikan khutbah. Tidak kurang, 400 jamaah ikut melaksanakan ibadah tersebut.

KH Jaelani Said menyampaikan khutbah mengenai hikmah fenomena gerhana untuk kehidupan manusia. Fenomena alam ini adalah tanda kebesaran Allah SWT. “Matahari dan bulan beredar sesuai sunnatullah,” ujar Jaelani.

Sementara itu, Ketua DKM At Taqwa Kota Cirebon Dr H Ahmad Yani MAg mengimbau agar gerhana bulan menjadi refleksi bagi umat Islam untuk berinterospeksi. Menyadari akan kebesaran Allah. “Semoga ini menjadi refleksi bagi umat Islam. Bahwa hanya Allah yang memiliki kekuasaan. Mengatur alam dan seisinya,” ungkapnya Usai melaksanakan kegiatan salat gerhana, kegiatan dilanjutkan dengan sholat subuh berjamaah. (awr/kri)