3 Hari, 7 Insiden Kebakaran di Kuningan

TINGGAL PUING: Ruang kelas dan bank sampah d SMAN 1 Luragung ludes terbakar, Sabtu (21/9) pagi. Foto: Agus Panther/Radar Kuningan

KUNINGAN – Selama tiga hari terakhir, kebakaran melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kuningan. Yang terbaru adalah kebakaran di SMAN 1 Luragung.

Sebagian ruang kelas ikut terbakar ketika ruangan dalam keadaan kosong. Peristiwa kebakaran yang sempat membuat panik sebagian penghuni sekolah tersebut terjadi sekitar jam 09.30 di saat penghuni sekolah tengah beraktivitas.

Ian Kusdianto, saksi di lokasi kejadian menuturkan, diduga api berasal dari pembakaran sampah yang lokasinya berdekatan dengan ruang belajar. Tiupan angin yang cukup kencang membuat api begitu cepat membesar dan merembet ke bagian ruangan belajar yang berdekatan.

Warga yang melihat kejadian itu juga ikut panik dan langsung berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Ada juga warga yang menelepon pemadam kebakaran.

Tak lama berselang, mobil pemadam kebakaran datang dan langsung berusaha memadamkan si jago merah, dibantu warga. Setelah berjibaku selama kurang lebih 30 menit, akhirnya api berhasil dipadamkan.

“Dugaan awal api berasal dari pembakaran sampah, karena tiupan angin cukup kencang jadi merembet ke sebagian bangunan sekolah. Untuk warga berusaha memadamkan api dengan cepat ssehingga tidak menjalar ke ruangan yang lainnya,” tutur Ian.

Meski tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut, namun akibat perististiwa kebakaran yang terjadi, pihak sekolah mengalami kerugian hingga  puluhan juta rupiah. Kerugian terjadi karena dua ruangan tersebut hangus terbakar.

Kebakaran juga terjadi dalam dua hari terakhit di enam lokasi berbeda. Ada sebanyak lima kejadian kebakaran lahan dan satu kebakaran rumah warga.

Berdasarkan data UPT Damkar Kuningan, selama tiga hari ini musibah kebakaran terjadi di enam lokasi berbeda dan terakhir di SMAN 1 Luragung. Ada lima kebakaran lahan akibat pembakaran sampah atau lahan, dan satu kebakaran rumah permanen milik warga.

Kebakaran rumah terjadi di Desa Cihideung Hilir Kecamatan Cidahu milik Ibu Ada Sadiah (38). Musibah ini terjadi diduga akibat korsleting listrik di rumah korban.

Akibat kebakaran itu, kerugian yang harus ditanggung korban senilai Rp 37 juta lebih. Sebab bagian atap rumah terbakar, sedangkan barang-barang di dalam rumah dapat diselamatkan.

Selain kebakaran rumah, ada tiga kebakaran lahan di hari yang sama, kemarin. Kejadian kebakaran pertama sekira pukul 13.30 siang di lahan dekat kawasan wisata Sidomba Desa Peusing, Kecamatan Jalaksana. Kemudian disusul kebakaran lahan di Desa Gunung Keling, Kecamatan Cigugur, sekitar pukul 16.30 WIB.

Selain empat kebakaran itu, Damkar telah menangani kebakaran lahan yang terjadi pagi dan siang kemarin. Kebakaran lahan itu menimpa lahan milik perusahaan Oto Bus Primajasa di dekat Taman Cirendang, dan satu lagi kebakaran lahan di Desa Ancaran Kuningan.

Kebakaran lahan yang terjadi ini sebagian besar akibat ulah orang yang tidak bertanggung-jawab saat membakar sampah atau lahan yang kemudian ditinggal begitu saja. Akhirnya terjadi kebakaran lahan.

Terakhir, kebakaran terjadi di SMAN 1 Luragung, Sabtu pagi. Musibah kebakaran yang menimpa bangunan milik SMA N 1 Luragung terjadi sekira pukul 09.30.

Bangunan yang terbakar merupakan bank sampah sekolah berukuran 3 meter, dengan luas bangunan  8 m2. Kemudian bangunan ruang kelas ukuran total 72 m2, dan yang terbakar 30 m2. (ags)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait