51 Persen Warga Muhammadiyah Dukung Jokowi

CIREBON – Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional (MPP PAN), Soetrisno Bachir menyebut saat ini mayoritas warga Muhammadiyah masih percaya dan mendukung pemerintahan Presiden Jokowi. Bahkan menurutnya, berdasarkan hasil survei terbaru menujukkan bahwa sebanyak 51 persen warga Muhammadiyah bulat mendukung Joko Widodo.

Hal tersebut disampaikan Soetrisno di sela-sela kunjungannya ke SMK Muhammadiyah Lemahabang Kabupaten Cirebon saat menjadi pembicara dalam dialog ekonomi umat dengan tema pengembangan kewirausahaan generasi milenial, Minggu (17/3).

Menurutnya, tensi politik yang meninggi jelang pilpres adalah hal yang lumrah dan wajar. Namun hal tersebut harus dibarengi dengan meningkatnya kesadaran dan toleransi agar tidak terjadi gesekan dan perpecahan yang mengoyak dan memecah belah keharmonisan dan keutuhan bangsa.

“Kan di luaran itu soalah-olah Muhammadiyah itu bulat mendukung Prabowo, faktanya tidak demikian. Muhammadiyah sampai sekarang harmonis dan bersama pemerintah, bahkan menurut hasil survei, 51 persen warga Muhammadiyah itu mendukung Jokowi, yang ke Prabowo itu sekitar 30 persenan, sisanya masih belum menentukan, inilah yang mau kita klirkan,” ujarnya.

Dukungan terhadap Jokowi menurut mantan Ketua Umum PAN periode 2005-2010 tersebut adalah bentuk komitmennya yang sudah dilakukan sejak Pilpres 2014 lalu. Di mana saat itu ia sudah sejak awal mendukung Jokowi.

“Sejak saat itu sudah saya sampaikan ke beliau, bahkan sebelum menjadi presiden. Jika nanti terpilih dan mencalonkan lagi maka akan saya dukung. Karena saya melihat beliau sebagai pemimpin bangsa bukan pemimpin partai. Beliau adalah pemimpin yang bisa mengayomi masyarakat,” imbuhnya.

Namun diakuinya, ia tetap membebaskan warga Muhammadiyah untuk menentukan pilihannya sesuai hati nurani dan tanpa paksaan. Ia pun meyakini pilihannya tersebut tidak akan menimbulkan konflik ataupun gesekan diinternal PAN sendiri yang dalam pilpres ini justru mendukung Prabowo.

“Dukung mendukung adalah hak setiap orang, beda pilihan sudah biasa, yang penting ukhuwah silaturahmi dan ukhuwa kemuhammadiyaan harus terus dijaga. Pilihan saya ini justru bentuk konsistensi karena dulu saya mendukung Jokowi dan beda. Sekarang posisinya masih sama, saya tetap mendukung Jokowi. Saya rasa, dukungan ini untuk kepentingan lebih besar, bukan hanya kepentingan partai. Ini untuk kepentingan bangsa dan negara,” tuturnya. (dri)